Jumat, 17 Oktober 2014

Akuntansi Syariah



MAKALAH
KERANGKA DASAR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BANK SYARIAH
Makalah Ini Disusun Sebagai Syarat Mengikuti Mata Kuliah Prinsip Dasar Akuntansi Syariah


Dosen Pembimbing: Halimah, M.EI
Kelompok V:
Nadhifatul Qudsiyah
Siti Ervina
Lathifatul Khofiyah
Faisah


PRODI EKONOMI SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SYAIKHONA MOH. CHOLIL
(STAIS) BANGKALAN
2014-2015




KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah tuhan semesta alam, shalawat dan salam pada junjungan Nabi kita, Muhammad Saw. Akhirnya kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan penuh kelancaran dan kerja keras yang sudah bagian dari tugas kami sebagai mahasiswi.
Mulai dari awal pembuatan sampai akhir akan selalu ada hambatan dan kesulitan yang dihadapi karena kebodohan dan kecerobohan kami sebagai murid yang perlu untuk dibimbing maka dari itu alangkah bahagianya jika kami dapat dibimbing dan diberi arahan dalam setiap kekeliruan pada makalah kami. Selain itu kami juga berterima kasih pada para teman-teman seperjuangan yang juga selalu memberikan dukungan dan sikap saling mendukung dan memperbaiki makalah kami demi terwujudnya mahasiswi yang solid dalam keilmuan dan non keilmuannya.
Wallahu A’lam bish-Shawab.




Bangkalan, 19 Oktober 2014
Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................       i
DAFTAR ISI.................................................................................................. .... ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A. Latar Belakang................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.......................................................................... .... 1
C. Tujuan................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................... .... 3
A.    Pengantar Akuntansi Bank Syariah..............................................      3
B.     Tujuan Akuntansi Bank Syariah...................................................      5
C.     Tujuan Laporan Keuangan Bank Syariah.....................................      8
D.    Asumsi Dasar Pengakuan Akuntansi dan Konsep Pengukuran Asuransi Perbankan Syariah         9
E.     Laporan Keuangan bank Syariah.................................................    10
BAB III PENUTUP.......................................................................................    12
A.    Simpulan.......................................................................................    12
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................    13




BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Selama ini kita hanya mengetahui ilmu akuntansi dari materi dasarnya adalah pelajaran ekonomi konvensional. Dan itu berarti akuntansi adalah ilmu yang berasal dari negara barat. Lalu apakah ilmu akuntansi itu ada dalam islam?. Mengingat agama islam adalah agama yang secara eksplisit hanya menerangkan tentang moralitas belaka, bukan dalam hal keduniawian apalagi tentang akuntansi. Setelah ditelusuri ternyata kita dapat menemukannya baik melalui sejarah maupun dalam al-Qur’an. Pada masa Rasulullah, beliau mendidik para sahabat tentang “hafazhatul amwal” (pengawas keuangan). Dan dalam al-Qur’an juga banyak dijelaskan tentang bab muamalah dan juga accounting (pencatatan). pencatatan yang tekanan utamanya adalah untuk tujuan kebenaran, kepastian, keterbukaan, dan keadilan antara kedua pihak yang memiliki hubungan muamalah. Dalam bahasa akuntansi lebih dikenal dengan accountability.
Di al-Qur’an pun kita bisa dengan mudah menemukan hal yang berkaitan dengan Accounting System dalam surah al-Baqarah dan juga dalam ayat-ayat lain yang kontennya tentang muamalah (perdagangan). Oleh karena itu agama tidak melulu berada dalam tataran normatif saja. Karena Islam adalah agama amal. Sehingga penafsirannya pun harus beranjak dari normatif menuju teoritis-keilmuan yang faktual.[1]

B.        Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:
1.        Apa yang dimaksud dengan akuntansi syariah?
2.        Apa tujuan dari akuntansi bank syariah?
3.        Apa saja tujuan laporan keuangan bank syariah?
4.        Apa saja asumsi dasar asumsi pengakuan akuntansi dan konsep pengukuran asuransi perbankan syariah?
5.        Bagaimana bentuk dari laporan perbankan syariah?

C.       Tujuan
Dari rumusan maslah di atas, maka dapat diambil tujuan sebagai berikut:
1.        Mengetahui definisi dari akuntansi syariah.
2.        Mengetahui tujuan dari akuntansi bank syariah.
3.        Mengetahui tujuan dari laporan keuangan bank syariah.
4.        Mengetahui asumsi dasar dari pengakuan dan konsep pengukuran akuntansi perbankan syariah.
5.        Mengetahui bentuk dari laporan keuangan perbankan syariah.











BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengantar Akuntansi Bank Syariah
Akuntansi, menurut sejarah konvensional pertama kali muncul di Italia pada abad ke-13 yang lahir dari tangan seorang Pendeta Italia bernama Luca Pacioli yang menulis buku “Summa de Arithmatica Geometria et Propotionalita” dengan memuat satu bab mengenai “Double Entry Accounting System”.
Namun apabila kita pelajari “Sejarah Islam” ditemukan bahwa setelah munculnya Islam di Semenanjung Arab di bawah pimpinan Rasulullah SAW dan terbentuknya Daulah Islamiah di Madinah yang kemudian di lanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin terdapat undang-undang akuntansi yang diterapkan untuk perorangan, perserikatan (syirkah) atau perusahaan, akuntansi wakaf, hak-hak pelarangan penggunaan harta (hijr), dan anggaran negara. Menurut Prof. Dr. Omar Abdullah Zaid dalam buku Akuntansi Syariah halaman 57 mendefinisikan akuntansi sebagai berikut :[2]Muhasabah, yaitu suatu aktifitas yang teratur berkaitan dengan pencatatan transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, keputusan-keputusan yang sesuai dengan syari’at dan jumlah-jumlahnya, di dalam catatan-catatan yang representatif, serta berkaitan dengan pengukuran dengan hasil-hasil keuangan yang berimplikasi pada transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, dan keputusan-keputusan tersebut untuk membentu pengambilan keputusan yang tepat”.
Menurut surat al-Baqarah ayat 282, Allah memerintahkan untuk melakukan penulisan secara benar atas segala transaksi yang pernah terjadi selama melakukan muamalah. Islam menganggap akuntansi sebagai salah satu hal yang penting, sehingga Allah Swt menjelaskannya dalam surah al-Baqarah ayat 282 yang merupakan ayat al-Qur’an terpanjang yang membahas tentang “kitaabah’’, meliputi fungsi-fungsi pencatatan dalam bermuamalah, dan juga diterangkan tentang siapa saja pihak-pihak yang harus terlibat seperti saksi-saksi dan lainnya.
Artinya:Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, Maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, Maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa Maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu’amalahmu itu), kecuali jika mu’amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, Maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. jika kamu lakukan (yang demikian), Maka Sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”
B.       Tujuan Akuntansi Bank Syariah
Menurut Adnan (2005), syariah itu mencakup seluruh aspek kehidupan umat manusia, baik ekonomi, politik, sosial dan filsafat moral. Adnan menyatakan bahwa terdapat tiga dimensi dalam agama Islam yang saling berhubungan dalam kerangka tujuan akuntansi menurut Islam, yaitu upaya mencari keridhoan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam menentukan keadilan sosial ekonomi. Kedua, merealisasikan keuntungan bagi masyarakat, yaitu dengan memenuhi keawajiban kepada khalayak banyak di masyarakat. Ketiga, mengejar kepentingan pribadi, yakni memenuhi kebutuhan sendiri. Dan dari penjelasan beliau yang bersifat global, maka perlu adanya penjabaran lebih lanjut yakni meliputi hal-hal di bawah ini:
1.        Eksistensi Pencatatan (al Kitabah) Ketika Ada Perselisihan
Dalam al Qur’an surat Al Baqarah ayat 282 menjelaskan bahwa eksistensi pencatatan dalam transaksi keuangan, terutama pada harta yang dimiliki, adalah untuk memberikan fasilitas kesaksian yang kuat ketika terjadi perselisihan pada suatu transaksi atau harta. Terutama di depan pengadilan, perselisihan yang tidak menentu kebenarannya dapat dihindari dengan adanya pencatatan. Sebagaimana firman Allah:
“…(pencatatan itu) lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu…”(QS. Al-Baqarah).
2.        Perlindungan Harta (Hifzhul Maal)
Para ahli tafsir mengemukakan berkaitan dengan al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 282 pada potongan firman Allah yang berbunyi “faktubuhu” berarti ‘tuliskanlah’. Bahwa untuk menuliskan uang dan harta adalah suatu keharusan untuk menjaga harta dan menghilangkan keragu-raguan.
Al Hariry sebagaimana yang dikutip Syahatah (2001) mengatakan:
“Sesungguhnya bekerja menghitung itu harus teliti dan akurat, sedangkan pena si pencatat (akuntan) adalah sebagai pengontrol. Adapun hisbah adalah orang yang bertugas menjaga keuangan. Jadi, kalau tidak karena hasib (pengontrol), rusaklah hasil usaha, timbullah taghabun (saling menyalahkan), aturan-aturan muamalah tidak berlaku, konflik yang terus membelenggu, serta senjata kezaliman yang menghunus sampai waktu penghitungan.” (halaman 45).
Keterangan tersebut menjelaskan bahwa peranan akuntansi (pencatatan), selain memelihara harta, dituntut pula menghitung secara teliti dan akurat, yang dalam artian mencatat secara benar. Di mana tugas akuntan sebagai pengontrol bertanggungjawab penuh atas apa yang dicatatnya. Begitupula akibat baik maupun buruknya.
3.        Dapat Membantu Dalam Mengambil Keputusan
Imam Syafi’I sebagaimana yang dikutip Syahatah (2001) mengatakan “Siapa yang mempelajari hisab (ilmu hitung), luaslah pikirannya,”(hlm 46). Atas dasar ini Syahatah (2001) mengartikan bahwa seorang pedagang atau siapa saja, tidak akan mengungkapkan pikiran yang benar dan sehat, atau mengambil keputusan yang bijaksana, tanpa bantuan data-data tercatat dalam surat atau buku.
4.        Menentukan Hasil-Hasil Usaha Yang Akan Dizakatkan
Dalam perhitungan zakat, harus diketahui hasil perdagangan dalam bentuk penjualan maupun pendapatan. Dari modal pokoknya, keuntungannya maupun kerugiannya. Atas dasar perhitungan tersebut maka dapat dihitung jumlah zakat atas hartanya. Dalam hal ini Maimun bin Mahran yang dikutip Syahatah (2001) mengatakan:
Jika telah sampai waktu untukmu berzakat, perhatikanlah apa-apa yang kamu miliki seperti uang dan barang-barang, kemudian nilailah barang-barang itu dengan uang. Kalau ada utang yang sanggup dilunasi, hitunglah, dan bayarlah dari uang itu, dan zakatilah sisanya. (hlm 47)
5.        Menentukan dan Menghitung Hak-Hak Yang Berserikat
Dalam praktek perdagangan dikenal akad-akad yang jenisnya perserikatan antara modal dengan modal (syirkah al’inan), antara modal dengan keahlian (syirkah mudharabah), antara keahlian dengan keahlian (syirkah mufawadhah) dan antara modal dengan nama baik (syirkah wujuh).
Dasar-dasar akuntansi yang diatur oleh Islam adalah di antaranya untuk memastikan hak-hak yang berserikat mendapatkan hasil yang telah disepakati. Terutama dalam distribusi bagi hasil atas keuntungan yang diperoleh dari perserikatan dagang tersebut. Agar juga mencegah adanya kezaliman di antara mereka. Sesuai firman Allah SWT:

Artinya:“…..Dan, sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; amat sedikitlah mereka ini…”(Al Qur’an Surat Shaad ayat 24).

6.         Menentukan Imbalan, Balasan, dan Sanksi
Akuntansi dalam Islam ditujukan untuk memberi fasilitas dalam perhitungan imbalan setelah adanya transaksi atau adanya perdagangan, balasannya dan sanksi jika terdapat temuan adanya penyelewengan. Dengan konsep ini, maka akuntansi Islam sangat dekat sekali dengan akuntansi sebagai pertanggungjawaban sumber daya ekonomi, baik menyajikan informasi keuangan maupun kerugian keuangan.
Oleh karena itu, penentuan konsep-konsep dasar maupun prinsip akuntansi menurut Islam harus mengacu kepada tujuan akuntansi Islam. Termasuk konsep dasar akrual sebagai salah satu basis pengakuan dan pencatatan akuntansi perlu ditinjau kembali relevansinya terhadap pencapaian tujuan akuntansi Islam.

C.      Tujuan Laporan Keuangan Bank Syariah
Laporan keuangan yang diterbitkan oleh bank berbasis syariah juga memiliki tujuan-tujuan penting, yaitu:
1.        Meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua transaksi dan kegiatan usaha.
2.        Informasi kepatuhan entitas syariah tidak sesuai dengan prinsip syariah bila ada danbagaimana perolehan dan penggunaannya.
3.        Informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab entitas syariah terhadap amanah dalam mengamankan dana, menginvenstasikan pada tingkat keuntungan yang layak.
4.        Informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh penannam modal dan pemilik dana syirkah kontemporer, dan informasi mengenai pemenuhan kewajiban (obligation) fungsi sosial entitas termasuk pengelolaan dan oenyaluran zakat, infak, sedekah dan wakaf.[3]
D.      Asumsi Dasar Pengakuan Akuntansi dan Konsep Pengukuran Akuntansi Perbankan Syariah
Suatu unsur diakui secara formal apabila unsur tersebut sudah memenuhi  salah satu definisi elemen laporan keuangan. Berarti pengakuan dilakukan dengan  menyatakan pos tersebut baik dalam kata kata maupun  dalam jumlah uang dan mencantumkannya kedalam neraca atau laporan laba rugi. Pengakuan sebagai pencatatan suatu item dalam akuntansi dan laporan keuangan seperti aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan atau kerugian harus dapat diakui dan diukur agar dapat menyajikan informasi yang relevan.
Dalam Yaya, dkk (2009:92) dikatakan bahwa “pengakuan merupakan proses pembentukan pos yang memenuhi definisi unsur serta kriteria pengakuan dalam neraca atau laporan laba rugi. Sedangkan pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan keuangan”. Pengakuan memerlukan suatu konsep agar dapat menentukan kapan dan bagaimana unsur dalam akuntansi dapat diakui dalam laporan keuangan. Menurut Harahap (2005:39) “konsep pengakuan Akuntansi mendefinisikan prinsip dasar yang menentukan penentuan waktu pendapatan, biaya, pengakuan untung dan rugi didalam laporan keuangan bank, aset dan kewajiban. Adapun konsep Pengakuan dan Pengukuran Akuntansi antara lain:
1.      Konsep matching, untung/rugi selama jangka waktu tertentu harus ditentukan dengan mencocokkan pendapatan dan keuntungan dengan biaya-biaya dan kerugian yang berhubungan dengan periode atau jangka waktu tersebut.
2.      Sifat pengukuran mengacu kepada sifat-sifat aset dan kewajiban yang harus diukur untuk tujuan Akuntansi Keuangan.[4]
Kedua konsep tersebut merupakan dasar bagaimana suatu unsur dalam laporan keuangan harus diakui dan diukur. Suatu pengakuan ada kaitannya dengan pengukuran suatu unsur dalam Akuntansi misalnya saja pada tanggal perolehan aktiva, ada beberapa biaya dan nilai yang memiliki nilai yang kurang lebih sama.
E.       Laporan Keuangan Perbankan Syariah
Sesuai karakteristik, laporan keuangan entitas syariah antara lain meliputi: Komponen laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan komersial yang terdiri atas laporan keuangan, laporan laba-rugi, laporan arus kas serta laporan perubahan ekuitas.
1.        Posisi Keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban dana syirkah kontemporer dan ekuitas. Pos-pos ini didefinisikan sebagai berikut:
a.         Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas syariah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh entitas syariah.
b.        Kewajiban merupakan utang entitas syariah masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu. Penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas syariah yang mengandung manfaat ekonomi.
c.         Dana syirkah temporer adalah dana yang diterima sebagai investasi dengan jangka waktu tertentu dari individu dan pihak lainnya dimana entitas syariah mempunyai hak untuk mengelola dan menginvestasikan dana tersebut dengan pembagian hasil ivestasi berdasarkan kesepakatan.
Dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai kewajiban, karena entitas syariah tdak berkewajiban untuk mengembalikan dana awal dari pemilik dan ketika mengalamimkerugian kecuali akibat kelalaian atau wanprestasi entutas syariah. Namun demikain, dia juga tidak dapat digolongkan sebagai ekuitas karena mempunyai waktu jatuh tempo dan tidak memiliki hak kepemilikan yang sama dengan pemegang saham.
d.        Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas syariah setelah dikurangi semua kewajiban dan dana syirkah temporer. Ekuitas dapat diklasifikasikan menjadi setoran modal pemegang saham, saldo laba, penyisihan saldo laba dan penyisihan penyesuaian pemeliharaan modal.

2.        Kinerja
Unsur yang langsung berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih (laba) adalah penghasilan dan beban. Unsur penghasilan dan beban didefinisikan sebagai berikut:
a.       Penghasilan (income), adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal, penghasilan meliputi pendapatan (revenues) maupun keuntungan (gain).
b.      Beban (expenses), adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aset atau terjadi kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal, termasuk di dalamnya beban untuk pelaksanaan aktivitas entitas syariah maupun kegiatan yang timbul.









BAB III
PENUTUP

A.       Simpulan
Muhasabah (akuntansi), yaitu suatu aktifitas yang teratur berkaitan dengan pencatatan transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, keputusan-keputusan yang sesuai dengan syari’at dan jumlah-jumlahnya, di dalam catatan-catatan yang representatif, serta berkaitan dengan pengukuran dengan hasil-hasil keuangan yang berimplikasi pada transaksi-transaksi, tindakan-tindakan, dan keputusan-keputusan tersebut untuk membentu pengambilan keputusan yang tepat”. Menurut surat al-Baqarah ayat 282, Allah memerintahkan untuk melakukan penulisan secara benar atas segala transaksi yang pernah terjadi selama melakukan muamalah. Islam menganggap akuntansi sebagai salah satu hal yang penting.
Adnan menyatakan bahwa terdapat tiga dimensi dalam agama Islam yang saling berhubungan dalam kerangka tujuan akuntansi menurut Islam, yaitu upaya mencari keridhoan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam menentukan keadilan sosial ekonomi. Kedua, merealisasikan keuntungan bagi masyarakat, yaitu dengan memenuhi keawajiban kepada khalayak banyak di masyarakat. Ketiga, mengejar kepentingan pribadi, yakni memenuhi kebutuhan sendiri.
Suatu unsur diakui secara formal apabila unsur tersebut sudah memenuhi  salah satu definisi elemen laporan keuangan. Berarti pengakuan dilakukan dengan  menyatakan pos tersebut baik dalam kata kata maupun  dalam jumlah uang dan mencantumkannya kedalam neraca atau laporan laba rugi. Pengakuan sebagai pencatatan suatu item dalam akuntansi dan laporan keuangan seperti aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan atau kerugian harus dapat diakui dan diukur agar dapat menyajikan informasi yang relevan.

DAFTAR PUSTAKA

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18859/4/Chapter%20II.pdf



[1] http://shariahlife.wordpress.com/2007/01/14/akuntansi-dalam-perspektif-islam/
[2] http://kurmakurma.wordpress.com/ekonomi/mengenal-akuntansi-syariah/
[3] http://www.slideshare.net/namlaelfa/kerangka-dasar-penyusunan-dan-penyajian-laporan-keuangan-syariah
[4] http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18859/4/Chapter%20II.pdf




Rabu, 08 Oktober 2014

Types of New Students (Tipe-Tipe Mahasiswa Baru)

(sumber foto: @dagelan on Instagram)

Masa penerimaan dan OSPEK mahasiswa baru sudah beberapa bulan yang lalu dilaksanakan. Tapi ada yang menjadi fokus perhatian saya ketika saya menjadi ketua pelaksanaan OSPEK (masa orientasi mahasiswa baru) di kampus saya. Kenapa? karena tingkah mereka yang berbeda-beda. Ada mahasiswa baru yang alim, ada yang sok sibuk, ada yang cuma cengengesan saat OSPEK, dan ada juga yang sok berwibawa dan 'mengayomi' bagi mahasiswa lain, dan sepertinya saya bisa dikualifikasikan secara urut mengenai gerak-gerik mereka.
berikut adalah tipe-tipe mahasiswa baru yang sering anda temui dan jarang anda sadari (hehe):

1. KURA-KURA (KUliah-RApat-KUliah-RApat)
Ini adalah tipe mahasiswa baru yang mengikuti UKM atau BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Karir si maba satu ini terbilang cemerlang saat OSPEK berlangsung. Buktinya ia menjadi ketua kelompok dan meraih piagam penghargaan sebagai peserta ORMABA terbaik. Si mahasiswa baru yang satu ini tampaknya ingin menjadi 'panutan' dan figur masa depan bagi teman-teman yang lain walaupun statusnya masih baru. Ia ingin menunjukkan kepiawaiannya dalam menygayomi dan mengolah kata kepada siapa saja pihak yang dianggapnya bisa 'mendongkrak' popularitas si kura=kura (haduh....jadi caleg aja deh sono...). Dan kebanyakan mereka memang sudah berpengalaman menjadi ketua atau anggota OSIS di SMA nya. Walhasil, dengan kharisma yang sering dii show-off kan, ia sering menjadi kepala suku (ketua kelas) dan digadang-gadang menjadi ketua BEM untuk periode selanjutnya

2.  KUPU-KUPU (KUliah-PUlang-KUliah-PUlang)
Ini adalah tipe mahasiswa yang benar-benar murni 'kuliah' dan dari awal sudah 'ogah' ikut organisasi. Si maba ini mungkin masa SMA nya dihiasi dengan beragam prestasi yang memukau dan tak lepas dari pantauan orang tuanya. Karena itu sepertinya ia sudah diwanti-wanti oleh orangtua sebelum berangkat kuliah agar gak neko-neko dan dituntut 'berprestasi' (makulm anak mami). Penampilannya sudah tak diragukan ragi, dengan setelan ala'anak kampus' banget, sampai setelan yang terkesan rapi dan "miss independent" banget kayak lagunya Ne-Yo (hehehhe...hem hemmm). Konon katanya si mahasiswa baru ini mendengar dari kakak kelasnya kalau mahasiswa ikut-ikut organisasi maka kuliahnya akan keteteran 'alias' terlantar (kok bisa???). Si Kupu-Kupu ini lantas hanya berniat fokus ke tugas-tugas dan berniat menjaga nilai 'IPK' nya, kenapa? kebanyakan sih karena takut sama si 'mamah' dirumah. hehehehehe..

3. KUNANG-KUNANG (KUliah-NANGkring-KUliah-NANGkring)
Ini adalah tipe mahasiswa baru yang dari awal OSPEK sampai aktif perkuliahan kerjaannya hanya nangkring-nangkring ga jelas, baik itu sendirian atau sama teman sesama anak baru. Sebenarnya dia bukanlah anak yang nakal atau terlalu susah diatur, tapi terkadang maba yang satu ini suka 'ngeyel' dan bersikap cuek terhadap apapun yang terjadi di kampusnya (tidak suka bersosialisasi). Perawakannya kayak lemes belom makan, mata panda dan kelihatan selalu ngantuk di segala tempat, dan kalo diakan ngomong suka tell-me (telat mikir) gituhh (dasar anak gak punya tujuan). Masuknya sering telat gara-gara masih nangkring di warung sekitar kampus, atau pada saat masuk ke kelas dia akan memilih bangku paling belakang agar bisa 'leyeh-leyeh' dan malas-malasan (gak aktif) di kelas. Tapi satu sikapnya dalam menyikapi hal tersebut, dia tetap ''keep smile anda enyoy''. So, apakah kamu masuk ke tipe ini, atau temanmu yang termasuk tipe ini, guys?

4. KUSIR KUDA (KUliah-nakSIR-KUliah-kanDAs)
Ini adalah tipe mahasiswa atau mahasiswi yang menjelma bak ''arjuna'' atau ''romeo'' yang dari awal OSPEK sudah larak-lirik kesana kemari untuk menemukan sang ''juliet'' di kampusnya. Mungkin karena penyakit 'jomblo akut' yang diidapnya sejak SM, dia menjadi terinsiprasi kisah sinetron yang biasanya ketemu jodoh pas OSPEK (hahahah ngareeppp cyiiin...). Dan kamu bisa lihat, pertama kali OSPEK sampai aktif kuliah pun, gayanya selalu klimis, trendy dan terkesan sok cool. Tujuannya hanya satu, yakni untuk menarik lawan jenis. Sekalinya dapet, biasanya si pasangan akan bersikap rewel dan cenderung meminta ini itu pasa si maba ini. Tapi ya namanya anak alay jatuh cinta, tak pelak sikap si pasangan membuatnya gak tahan dan well....kisah cintanya pun sering kandas karena alasan yang mainstream pula. Mulai dari alasan diselingkuhin, dicuekin, atau udah kere (gak punya duit buat ngajakin jalan) lagi. Miris memang nasib si maba satu ini. hahahahahaha!

Selasa, 07 Oktober 2014

Top 5's DJ in The World (5 DJ Terbaik di Dunia)

Dulu, profesi sebagai seorang DJ dianggap sebagai profesi yang buruk dan lekat dengan stigma negatif, karena tempat seorang DJ adalah di klub-klub malam dan sering bergumul dengan barang-barang terlarang seperti narkoba dan minuman keras. tapi di era modern seperti sekarang, profesi sebagai DJ malah dianggap profesi 'masa depan' yang menjanjikan dan menguntungkan. Bagaimana tidak, dari bekerja sebagai 'peramu' musik seorang DJ mampu mencetak hits-hits dunia yang sekarang sering kita dengar di radio-radio maupun televisi ataupun YouTube. DJ jaman sekarang bukan hanya nge-mix musik di klub malam saja, tapi juga berani untuk membuat single atau album sendiri dan menggandeng musisi-musisi internasional untuk berkolaborasi dengan mereka, seperti yang sering dilakukan DJ David Guetta dan DJ Calvin Harris. Dan nama-nama mereka pun sudah setara dengan penyanyi-penyanyi kelas dunia. Bahkan di Grammy Awards pun sudah ditambahkan kategori awardsnya yaitu "best EDM". Di Indonesia sendiri melalui DJ Milinka, musik EDM juga sudah diakui negara dan hampir disahkan undang-undangnya. nah udah kebukti kan kalo profesi DJ itu udah nggak murahan!
berikut daftar para DJ yang lagi nge-hits:

1. David Guetta

Mengapa saya meletakkan David Guetta di urutan paling atas? karena David Guetta sendiri adalah DJ yang paling senior alias ''berumur' di antara daftar ini. Nama lengkapnya adalah Pierre David Guetta, merupakan seorang DJ berkebangsaan Perancis. Album pertamanya ialah Just a Little More Love dirilis pada tahun 2002. Dia dilahirkan di Paris. Berkarir di dunia musik sejak tahun 1984. Tau nggak sih, umur doi tuh udah 46 tahun booo'! (masasiiih...). tapi lihat deh aksi dan pembawaannya, keliatan masih muda aja. David Guetta adalah produser musik EDM di dunia. dengan jam terbang yang tinggi, tidak diragukan lagi deh kemampuan si DJ satu ini dalam meramu musik yang pas. David Guetta lah DJ yang paling banyak berkolaborasi dengan penyanyi-penyanyi dunia seperti Rihanna, Usher, Nicki Minaj dan masih banyak lagi. Makanya ketika David Guetta mengajak berkolaborasi bareng, para penyanyi kelas dunia itu tak bisa menolaknya karena sudah merupakan jaminan bahwa berkolaborasi dengan David Guetta pasti akan nge-hits dipasaran. Kalian yang suka nge-Youtube pasti tau kan lagu Titanium-nya David Guetta yang  pernah booming banget dan juga lagu favorit saya yang berjudul 'without you' yang berkolaborasi dengan Usher. Doi membuktikan bahwa menjadi seorang DJ adalah profesi yang sama 'derajat'nya sama dengan penyanyi. sip deh David!.

2. Calvin Harris
  1. Calvin Harris adalah penyanyi dan penulis Lagu yang juga berprofesi sebagai DJ. Nama aslinya adalah  Adam Richard Wiles, dan lebih dikenal dengan nama panggung Calvin Harris, adalah seorang DJ, penyanyi, penulis lagu, dan produser rekaman asal Skotlandia yang lahir pada tanggal 17 Januari 1984 (30 tahun) yang bernaung di label SONY BMG Music Entertaiment. DJ ganteng ini juga menduduki peringkat teratas daftar DJ terkaya versi majalah Forbes. dengan pendapatan 66 Juta Euro dalam setahun atau setara dengan 700 Milyar rupiah, akhirnya ia bisa menumbangkan dominasi kekayaan dari DJ TIesto dan juga DJ David Guetta (wooow...). DJ kaya yang pernah menjalin hubungan dengan Rita Ora ini pun juga makin melambung seiring dengan kolaborasi apiknya dengan beberapa musisi dunia seperti Rihanna yang berjudul 'We Found Love' dan lainnya, dan dengan mega hits-nya yang sekarang berjudul 'summer'. Tau nggak sih, sejak single-nya Rihanna yang digarap Calvin Harris itu ternyata jadi pembuka pintu bagi para DJ yang lain untuk bisa berkolaborasi dengan musisi dunia. Sejak saat itu makin terangkatlah profesi DJ di mata dunia musik. you Rock Calvin!

    3. Avicii

    bergeser ke yang lebih muda lagi...yap! Avicii. Nama aslinya adalah Tim Bergling. DJ berkebangsaan Swedia ini lahir pada tanggal 8 September 1989. Avicii berada di urutan ketiga dari 100 DJ terbaik di dunia pada tahun 2012 dan 2013.di DJ Magazine dan dua kali mendapat nominasi di Grammy Award. satu kali untuk kolaborasinya yang berjudul 'sunshine' bersama David Guetta dan yang kedua dengan single-nya yang berjudul 'levels' di tahun 2013. kalian yang gak tahu DJ yang satu ini berarti gak suka sam EDM. maklum, doi emang lagi booming banget dalam beberapa tahun terkahir ini. sebagai DJ muda, Avicii merupakan seorang DJ yang permainan musiknya paling terdengar 'khas' diantara lainnya, lebih terdengar simple tapi asik di telinga, ya kan?. gak heran deh kalo hits-nya yang berjudul 'Wake Me Up' yang berkolaborasi dengan Aloe Blacc benar-benar mencetak kesuksesan yang fantastis bagi seorang Avicii. pada ajang World Cup 1014 lalu doi juga dipercaya mengaransemen Official Anthem-nya loh! (kereeen..). Dan yang terkini juga Avicii diminta oleh group Band senior Coldplay untuk mengaransemen lagunya yang berjudul 'Sky Full of Stars'. dan benar saja, dengan cita rasa EDM-nya Avicii membuat single terbaru dari Coldplay itu terdengan sangat catcy. maka dari itu banyak pula musisi dunia yang telah mempercayakan versi remix-nya pada DJ satu ini. Salut deh Avicii!
  2. 4. Zedd 

  3. Nah... ini dia si peraih Grammy Award untuk kategori 'Best Dance Recording'. Anton Zaslavski, lebih dikenal sebagai Zedd, adalah seorang musisi dan juga DJ. Doi kelahiran Rusia, 2 September 1989. Menggeluti musik elektronik, produser musik dan DJ. Dia terutama memproduksi dalam genre house elektro, namun sekarang sudah bercabang menjadi dubstep dan musik klasik. Dengan pembawaan yang kalem, Zedd menjelma menjadi DJ masa kini yang innocent dan cute banget kalo dilihat-lihat. Zedd terlahir dari keluarga musisi, makanya doi udh bisa tu maen piano sejak umur 4 tahun (kalo gua sih umur segitu masih megang sapu ijuk kali yaa...) Tau nggak sih, si Zedd ini pertama kali tertarik dengan EDM ketika mendengarkan lagu milik Skrillex, lalu dia mencoba mengikutinya dengan belajar me-remix lagu sebisanya, dan dikirimkan pada Skrillex sang idola. Dan ternyata Skrillex menyukai karyanya dan tertarik untuk membawa Zedd ke berbagai jadwal event -nya Skrillex. walhasil, coba-coba itu menjadi impact Zedd untuk bisa setenar sekarang. Apalagi pas single-nya yang berjudul 'Clarity'. wuihhh...kereeen abis!. bahkan popularitas Zedd sendiri sekarang udah melampaui sang idola, Skrillex sendiri. Dan sekarang dia sedang berkolaborasi dengan penyanyi remaja yang terkenal, Ariana Grande. Mungkin suatu saat nanti ia bisa berkolaborasi dengan banyak lagi penyanyi kaliber dunia seperti no. 1. Fighting, Zedd!.

    5. Tiësto

    Tiesto adalah salah satu DJ favorit saya. Tiesto adalah DJ kenamaan dunia yang sudah terbilang menjadi 'kakak' bagi para DJ yang lain karena pada masa awal-awal 2000an DJ Tiesto ini emang tenar banget. awal popularitasnya Tiesto ini dimulai sejak peluncuran album pertamanya yng bertitle 'in My Memory'. Umurnya sih hampir sama dengan DJ David Guetta, tapi yaa kalo masalah fisik doi seperti masih berusia 30an loh! (mungkin seluruh DJ di dunia ditakdirkan untuk awet muda kali). Doi Nama aslinya adalah Tijs Verwest, lahir di Breda, Belanda pada tanggal 17 Januari 1969 dan juga bernaung di Sony Music Entertaiment. Kepiawaian doi dalam memainkan turntable membuatnya pernah menjadi #1 DJ di ajang WMA untuk kategori Best DJ dan masih banyak penghargaan bergengsi lainnya yang sudah didapat oleh Tiesto. Kekayaan DJ Tiesto ini menempati uruta ketiga setelah Calvin Harris dan David Guetta. DJ yang pernah digosipkan meninggal ini juga merupakan sumber inspirasi bagi Avicii. DJ yang diberitakan menikah tahun 2008 dengan kekasihnya ini memang punya daya pikat tersendiri saat beraksi di atas panggung. Hal inilah yang selalu membuat penampilannya selalu ditunggu.karyanya yang lagi gress ditelinga adalah kolaborasinya dengan Matthew Koma yang berjudul 'Wasted' (suka banget sama lagu iniii...), ada juga yang berjudul 'red lights'.
Sekali lagi ini sekadar rating pribadi yah gan, mau setuju ato nggak ya menurut taste masing-masing lah. Banyak bahkan banyak banget DJ-DJ yang gak kalah kece yang belum ane sebutin seperti DJ Hardwell, Armin Van Buuren, Steve Aoki , yang lagi ngehits juga kek The Chainsmokers, Cash Cash, Alan Walker dan tentunya si roockie Martin Garrix (yang lagi ngehits binggo). Ada juga loh DJ Indonesia yang udah bertaraf internasional yaitu siapa lagi kalo ga bukan DJ Angger Dimas. DJ muda asal Jakarta yang udah sering berkolaborasi dengan DJ kenamaan dunia Steve Aoki dan rapper Iggy Azalea. OK, enough. Sambung lagi nanti kalo ada apdetan terbarunya. cekibrot soon, guys!

Selasa, 30 September 2014

Ekonomi Publik: Teori Barang Publik Dan Penentuan Barang Publik


MAKALAH
TEORI BARANG PUBLIK
Makalah Ini Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ekonomi Publik


550658_154760864655889_1432290722_n.jpg

Dosen Pembimbing: A. Taufiq Buhari, M.EI

Kelompok II:
Nadhifatul Qudsiyah
Sofiyah



PRODI EKONOMI SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SYAIKHONA MOH. CHOLIL
(STAIS) BANGKALAN
2014-2015


BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Pajak adalah masalah sekaligus solusi yang vital bagi suatu negara yang berkembang seperti Indonesia. Pajak adalah pemasukan utama dan sumber ekonomi milik pemerintah untuk menjalankan roda perekonomian khususnya sebagai sumber anggaran pembangunan sarana dan prasarana publik yang juga ditujukan untuk rakyat.
Tapi walaupun begitu tetap saja rakyat merasa pajak adalah hal yang tidak mereka sukai karena harus mengeluarkan sebagian harta mereka. Ketidaksukaan mereka cukup beralasan karena ketidak selarasan antara pengeluaran mereka untuk pajak dan juga penyediaan pemerintah untuk barang-barang publik yang mereka tuntut begitu juga barang swasta seperti transportasi massal. Belum lagi setelah beberapa tahun lalu ada kasus “mafia pajak” yang tentu sangat merugikan negara bertrilyun-trilyun rupiah. Masyarakat seperti diperlakukan ‘tidak adil’ bila menyangkut masalah ini.
Dari permasalahan yang kompleks tersebut pemerintah seakan belum menemukan ‘titik temu’ yang pas antara mereka dan juga rakyat agar tercipta kesejahteraan yang selama ini diharapkan oleh seluruh warga negara. Dan m akalah ini akan membahas hal tersebut yaitu tentang penyediaan barang-barang publik dan swasta yang menjadi tugas pemerintah.

B.       Rumusan Masalah
Dari latar belang di atas, dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:
1.        Apa yang dimaksud barang publik?
2.        Apa yang dimaksud barang swasta?
3.        Apa saja teori barang publik?
4.        Bagaimana penentuan harga barang publik?
C.       Tujuan
Dari rumusan masalah di atas, dapat diambil tujuan sebagai berikut:
1.        Mengetahui apa yang dimaksud dengan barang-barang pubik.
2.        Mengetahui apa yang dimaksud dengan barang-barang swasta.
3.        Mengetahui apa saja teori barang-barang publik.
4.        Mengetahui bagaimana cara penentuan harga barang publik.














BAB II
PEMBAHASAN

A.       Teori Barang Publik
Penyediaan barang-barang publik biasa dilakukan oleh pemerintah. Barang-barang publik yang disediakan dan dilakukan oleh pemerintah yakni seperti jalan raya, pertahanan nasional dan lain-lain. Sedangkan barang sawsta juga dapat dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta, seperti kereta api, jasa penerbangan dan lain-lain. Barang-barang swasta tersebut bukan semata-mata murni hasil dari pihak swasta, melainkan pihak pemerintah juga turut andil dalam pembiayaan atau anggaran pembuatannya. Pihak swasta hanya menjadi ‘pekerja’ dalam segala proyek pembuatan barang-barang tersebut.


Karakteristik barang publik (public goods):[1]
1.        Pengertian
Barang publik adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut dan barang publik merupakan barang-barang yang tidak dapat dibatasi siapa penggunanya dan seseorang tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya. Contoh: udara, cahaya matahari, papan marka jalan, lampu lalu lintas, pertahanan nasional dsb.
2.        Sifat
Non Rivalry yaitu penggunaan satu konsumen terhadap satu suatu barang publik tidak akan mengurangi kesempatan konsumen lain untuk ikut mengkonsumsi barang tersebut. Setiap orang dapat memanfaatkan  barang tersebut tanpa memengaruhi manfaat yang diperoleh orang lain dan tidak membuat barang publik itu menjadi berkurang. Contoh: dalam kondisi normal, apabila kita menikmati udara dan sinar matahari, orang-orang disekitar kita pun dapat mengambil manfaat yang sama dan tidak akan berkurang karena dikonsumsi orang lain.
Non Excludable yaitu jika barang publik sudah tersedia, maka tidak ada satupun yang menghalangi untuk memanfaatkan barang tersebut, yakni setiap orang bebas memiliki akses atas barang tersebut. Contoh: udara yang kita hirup maka orang lain juga berhak untuk menghirupnya tanpa ada batasan atau limit-limit lainnya yang bersifat ‘pengkhususan’.
3.        Jenis
Barang publik lokal adalah barang yang menurut penyediaannya oleh pemerintah daerah dan secara teknologi layak dan perolehan keuntungannya dinikmati oleh penduduk setempat.
Barang publik nasional adalah barang-barang yang penyediaannya oleh pemerintah pusat dengan perolehan keuntungan yang dinikmati dan selain penduduk setempat juga masyarakat dalam suatu negara.
Barang publik murni adalah tidak ada seorang (pihak swasta) yang mau menghasilkan, karena masalah kepemilikan. Sebagaimana namanya, maka barang ini tidak bisa dimiliki perorangan, tetapi oleh masyarakat luas, kalaupun yang mengelola ad alah pihak tertentu, seperti jalan yang dikelola oleh pemerintah.
Barang publik tidak murni adalah letak barang publik yang jauh dari jangkauan konsumen, jasa yang diterimanya makin kecil juga untuk karakteristiknya.
4.        Sistem pembayaran (Payment System)
Sektor publik yang mampu melakukan investasi untuk memberikan pelayanan kemudian sektor swasta menjalankan dengan menjalankan dengan mengenakan biaya pada pemakai, sistem ini disebut Build-Operate-Transfer.
a.       Persaingan rendah: barang publik (biaya sektor publik) contohnya jalan toll menggunakan biaya campuran antara biaya publik dan biaya swasta.
b.      Persaingan tinggi : barang publik (biaya sektor publik) sedangkan barang swasta (biaya dari pihak swasta).
5.        Pelayanan (Service)
Sesuai dengan Fungsi Alokasi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan penyediaan dan pelayanan barang-barang publik yang diperuntukkan secara komunal dan tidak dapat dimiliki secara perorangan.
a.       Fungsi Distribusi, yaitu fungsi yang memiliki keterkaitan erat dengan perataan kesejahteraan masyarakat dalam arti proporsional tetap menjadi perhatian dalam rangka mendorong tercapinya pertumbuhan yang optimal.
b.      Fungsi Stabilisasi yaitu fungsi yang memiliki keterkaitan erat dengan fungsi mengatur variabel ekonomi makro dengan sasaran untuk mencapai stabilitas ekonomi secara nasional.
6.        Jumlah (Quantity)
Jumlah dari ketersediaan barang publik sendiri sangat banyak atau melimpah. Seperti jalan-jalan publik, jumlahnya sampai tak terhitung karena pembangunannya yang sangat cepat bahkan dalam siklus harian dan tak pernah berhenti seiring kebutuhan jalan publik yang makin meningkat dari tahun ke tahun baik itu jalan protokol dan juga jalan-jalan kecil. Sehingga sulit bagi seseorang untuk menghitung berapa jumlah dari jalan tersebut, misalnya.
7.        Kepemilikan
Karena sifatnya yang non-rival dan non-eksklusif, maka kepemilikan dari barang publik sulit diidentifikasi bahkan bisa dibilang tak ada satupun orang yang tidak memilikinya, karena barang publik ditujukan untuk semua orang oleh pemerintah.


[1] http://azise.blogspot.com/2013/05/karakteristik-public-goods-dan-private.html

Jadi keputusan untuk pengalokasian sumber-sumber ekonomi ke barang swasta atau publik tidak ada hubungannya dengan permasalahan pihak manakah yang akan mengelolanya. Dalam negara yang menganut sistem ekonomi sosialis, pengadaan dan mebuatan barang publik dan swasta seluruhnya murni dilakukan oleh pemerintah, negara kapitalis menyerahkan urusan barang-barang tersebut pada pihak swasta saja, sedangkan negara demokratis seperti Indonesia harus melalui keputusan rakyat yang terwakili oleh DPR dulu untuk memutuskan kepada pihak mana urusan pengadaan barang publik dan barang swasta akan dilimpahkan, yang dimaksud adalah presentase kewenangannya.
Untuk membahas tentang pemilihan masyarakat akan kombinasi barang swasta dan barang publik dapat dilakukan dengan menggunakan fungsi kesejahteraan rakyat (FKM = social welfare function). Kurva FKM menccerminkan tingkat pertukaran marginal (marginal rate of substition) antara konsumsi masyarakat terhadap barang publik dan barang swasta yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama.
Jumlah sumber-sumber ekonomi pada masyarakat sebenarnya sudah tetap, akan tetapi Indonesia selalu mengalami pertambhana penduduk sehingga sedikit banyaknya jumlah sumber ekonomi itu akan mengalami perubahan. Untuk itu jika seseorang ingin mengetahui dan menentukan berapa jumlah barang yang dapat dihasilkan masyarakat dengan sumber-sumber ekonomi yang ada, bisa menggunakan KKP (kurva kemungkinan produksi).
Ada berbagai macam teori tentang pembahasan barang-barang publik dan swasta seperti yang akan dipaparkan berikut ini:
Teori Pigou
Teori ini membahas tentang penyediaan barang publik yang yang dibiayai dengan pajak yang dipungut dari masyarakat. Menurut Pigou, barang publik harus disediakan di dalam suatu tempat dimana kepuasan marginal masyarakat akan publik sama besarnya dengan ketidakpuasan marginalnya akan pajak yang dipungut dari mereka untuk membiayai program-program pemerintah akan barang publik.
Semakin banyak anggaran yang dibutuhkan pemerintah untuk memenuhi barang publik, maka kurva kepuasan marginal akan semakin menurun, dengan kata lain akan menimbulkan marginal disustility, karena pastinya pemerintah menarik pajak kepada mereka demi membangun barang publik tersebut. Sedangkan kita tahu bahwa pajak adalah hal yang paling tidak disukai masyarakat. Pemerintah diharapkan untuk memperkecil anggaran untuk membangun barang-barang publik sehingga kesejahteraan masyarakat akan tercapai.
Teori Bowen
Teori ini didasarkan pada harga dari barang publik itu sendiri. Jika pada barang swasta berlaku hukum pengeculian, misalnya sepatu yang sudah menjadi milik si A berarti tidak bisa dimilik oleh si B. Berbeda dengan kepemilikan barang publik, tidak berlaku hukum pengecualian karena barang publik bisa dimiliki dan dinikmati siapa saja selama menjadi warga negara dari negara tersebut.


Teori Erick Lindahl
Erick Lindahl mengungkapkan analisis yang mirip dengan teori yang dikemukakan oleh Bowen, hanya saja pembayaran masing-masing konsumen tidak dalam bentuk harga absolut akan tetapi berupa presentase dari total biaya penyediaan barang publik. Dan hal ini didasarkan pada anggapan bahwa dalam ekonomi hanya ada dua konsumen, yaitu konsumen A dan B. Dan Lindhal juga merujuk pada kurva indeferens dengan anggaran tetap tapi terbatas.
Teori Samuelson
Samuelson menyempurnakan teori pengeluaran pemerintah dengan sekaligus menyertakan barang sektor swasta. Samule menyatakan bahwa adanya barang publik yang mempunyai dua karakteristik (non-exclusionary dan non rivalry) bukan berarti tidak bisa mencapai kondisi Pareto Optimal (tingkat kesejahteraan masyarakat yang optimal). Kondisi Patero Optimal akan terwujud jika menggunakan salah satu dari tiga diagram.
Teori Anggaran
Teori yang menjelaskan tentang pengadaan barang-barang publik adalah teori alokasi barang-barang publik melalui anggaran (budget). Teori ini berdasarkan pada analisa yaitu setiap orang memebayar atas konsumsi barang-barang publik dengan jumlah yang sama.
B.       Penentuan Harga Publik
Penyediaan barang-barang publik yang dibutuhkan pemerintah menimbulkan permasalahan, karena tidak efisien (konsumsi barang publik tidak bersaing) dan juga tidak dapat dijual hanya kepada satu konsumen (dijual pada seluruh masyarakat yang berwenang). Tapi dalam hal ini dibahas tentang penyediaan barang publik yang dapat dipungut suatu harga pada barang tersebut.

Senin, 29 September 2014

How to Make Nasi Uduk (Cara Membuat Nasi Uduk)

Hmmm.. rasanya udah lama saya gak posting2 apapun di blog saya. dan kali ini mumpung masih sempat saya mau posting tentang makanan. yap! nasi uduk. saya ingin posting resep nasi uduk karena kemarin saya baru saja membuatnya bersama kakak saya. hmm...jadi pengen laggiiiiii....
gak usah lama-lama langsung aja kali ya!


bahan-bahan:
-1/2 kg beras, lalu di cuci sampai bersih
-dua gelas (700 ml) santan kental / kelapa parut dan ambil santannya
-2 lembar daun pandan, diikat, lalu disobek-sobek tanpa terlepas ikatannya
-1 batang serai
-1 ruas jahe
-sejumput ketumbar 
-2 sdm garam
-daun salam


bahan lauk-pauk (pelengkap):
-telur, direbus atau di goreng
-mi bihun
-kerupuk emping
-tempe orek/ tempe biasa yang digoreng
-bakwan
-sambal kacang/ sambal biasa
-bawang (merah) goreng (terpenting)



cara pembuatan:
-masukkan beras, serai, daun salam, jahe, daun pandan dan garam. satukan semuanya dan didihkan sampai setengah matang (berasnya).
-jika sudah setengah matang, pindahkan nasi tersebut ke dalam panci pemasak nasi yang sudah di panaskan (bisa juga dipindah ke rice cooker) untuk proses pematangan. 
-selesai deh! jangan lupa tambahkan lauk-pauk sesuai selera anda.