Jumat, 07 Juni 2013

Tanda-Tanda Sebelum Meninggal


            Kullu Nafsin Dzaaikotul Maut....Mengingat kematian adalah salah satu cara terhindar dari segala kemaksiatan, karena setiap kita mengingat kematian seketika itulah dosa-dosa kita akan berguguran, dan pasti kita akan merasa gelisah dan perasaan lain yang bercampur-baur menjadi satu, bahkan jika kita telalu memikirkan soal kematian, yang mana kematian itu tidak bisa ditebak waktunya, kadang selera makan-minum dan beraktifitas pun jadi hilang. Ingat mati adalah sebuah ibadah, dan suatu riwayat menjelaskan barangsiapa yang mengingat mati setiap sebelum tidur maka akan tehapus dosanya selama sehari. Subhanallah...
            Di bawah ini adalah tanda-tanda kematian yang sempat saya catat ketika salah satu ustadzah sedang mengisi kegiatan Ngaji kitab akhlak di Pondok Pesantren Darul Mannan Madura, beliau memegang sebuah kitab dan sayangnya waktu itu saya tidak sempat mengamati nama kitabnya. Percaya atau tidak, tapi tanda-tanda di bawah ini sudah banyak terjadi di dunia nyata jika anda mau berfikir, dan aya maklumi jika anda tidak yakin akan kevalidan artikel ini karena tidak adanya sumber. Selamat membaca dan Syukran!
  1. Tanda 100 Hari sebelum Meninggal
    Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hamba-Nya, dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendaki-Nya. Walau bagaimanapun, semua orang islam akan mendapatkan tanda-tanda ini, hanya saja mereka menyadari atau tidak. Tanda ini akan berlalu lazimnya selepas waktu ashar. Seluruh tubuh, yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya, seperti daging lembu yang baru saja disembelih. Dimanapun, jika kita perhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar, tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan berrdetak di hati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda itu.

  2. Tanda 40 Hari Sebelum Meninggal
    Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar, bagian pusar akan berdenyut-denyut ketika ini. Daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas arsy Allah SWT. Maka, malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persiapan kepada kita, diantaranya adalah ia (malaikat maut) akan mengikuti kita sepanjang waktu.

  3. Tanda 7 Hari Sebelum Meninggal
    Tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan, dimana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.

  4. Tanda 3 Hari Sebelum Meninggal
    Pada tahap ini, akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita, yaitu di antara dahi kanan dan dahi kiri. Jika tanda ini dapat dirasakan, maka berpuasalah, supaya perut kita tidak mengandung banyak dosa, dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita. Ketika ini juga, mata hitam kita tidak akan bersinar lagi, dan bagi orang yang sakit, hidungnya perlahan-lahan akan melorot (terlihat seperti meleleh dan kendur seakan jatuh) dan ini dapat dirasakan jika kita mau melihatnya dari bagian ini. Telinganya akan layu, dimana bagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam, telapak kakinya yang terlunjur, perlahan-lahan akan jatuh (melorot dan memanjang) ke depan dan sulit untuk ditegakkan.
  5. Tanda 1 Hari Sebelum Meninggal
    Ini akan berlaku sesudah ashar, dimana kita akan merasakan denyutan di sebelah belakang, yaitu di kawasan ubun0ubun, dan ini menandakan, kita tidak akan sempat menemui waktu ashar keesokan harinya.
  6. Tanda Akhir
    Akan terjadi suatu keadaan dimana kita akan merasakan sejuk di bagian pusat, dan rasa itu akan turun ke pinggang dan seterusnya, dan akan naik ke bagian khulqum (baca: tenggorokan). Ketika ini, hendakalah kita membaca kalimat syahadat dan berdiam diri. Saatnya kita menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita dan kemabali pada Allah SWT.

    Saya pribadi sudah pernah membuktikan tanda-tanda ini ketika saat-saat terakhir nenek tercinta akan menghadap Allah SWT, dan ternyata semuanya benar dan cocok. Maka dari itu saudara saudariku, sering-seringlah mengingat kematian, maka kemaksiatan akan berkurang secara otomatis dan dengan mengingat kematian saat shalat maka insyaAllah sahalat kita akan khusyu'.
    Dari: Ustadzah Irodah Khoiriyah 2011

    (sumber : Unknown)

Kamis, 06 Juni 2013

Kosakata Gaul di Indonesia (Slank of Indonesia)



Bukan hanya di luar negeri yang ada slang-nya, di Indonesia juga ada, tapi disebut bahasa gaul. Dan bahasa-bahasa di bawah ini dijamin tidak akan ditemukan di dalam kamus bahasa Indonesia (yaiyalah....)Yah begitulah, di Indonesia yang punya lebih dari 600 bahasa (wiiih....gilaaa...) dan 33 provinsi, sudah pasti banyak bahasa-bahasa nyeleneh dan terkesan unik untuk diucapkan. setahu saya sih seperti dibawah ini:

alay = singkatan dari anak layangan, maksudnya anak yang suka nongkrong ga jelas di pinggrir jalan, yang terkesan gak punya kerjaan dan bergaya sok keren dan sok artis, kalo nulis sesuatu (misalnya nulis SMS atau update status, anak ini tulisanyya kecil gede dan pake angka-angka, contoh= 'yAa 91tU d333gH' .....hanya mereka dan Allah yang tahu) padahal
norak.blagu= artinya sok menguasai sesuatu dan hampir sama dengan sombong, tapi sifat ini lebih parah dari sombong karena di juga sok tahu, sok menguasai seakan tidak ada orang lagi di dunia ini yang lebih hebat darinya.
curcol= sama dengan curhat, dan curhat itu singakatn dari Curahan Hati.
bohay= singkatan dari Bodi Aduhay.
pecicilan= suka menggoda lawan jenis.
kere= artinya gak punya duit.
kuper= singkatan dari Kurang Pergaulan, artinya orang yang suka menyendiri dan sedikit bergaul akibatnya tidak mengerti keadaan disekitarnya.
supel= mudah kenal dan akrab dengan orang lain, dan nyambung dalam pembicaraan.
ganjen= sinonim/ persamaan dari genit, yang artinya suka menggoda lawan jenisnya baik dengan rayuan, sentuhan atau yang lainnya yang membuat orang lain risih.
lebay = berlebihan. contoh : lebay banget sih loe! : berlebihan banget si loe!
ja'im= singakatan dari Jaga Image, artinya orang selalu berusaha tampil baik dan gak malu-maluin dihadapan orang lain atau yang dicintai, walaupun terkadang kenyataannya tidak.
judes= jutek, artinya orang yang suka emosi dan marah-marah.
unyu-unyu= sebutan untuk segala sesuatu yang terlihat lucu dan imut.
GR (ge-er)= singkatan dari Gede Rasa (orang yang memiliki rasa percaya diri yang berlebihan), artinya orang yang selalu merasa disanjung, merasa dipuji atau semacamnya, padahal pujian atau sanjungan itu belum tentu untuk dia.
BT (be-te)= singkatan dari Bad Temprated, artinya keadaan hati yang sedang buruk. sama juga dengan Bad Mood. Contoh:gua lagi BT nih...
PD (pe-de)= singakatan dari Percaya Diri. Contoh: pede banget sih loe!
pitak= rambut kepala bagian belakang yang rontok/ tidak ada rambutnya.
jenong= dahi kepala yang menonjol keluar (seperti kepala ikan lohan).
Demplon= sama dengan menor, yang artinya berdandan dengan make-up yang terlalu tebal sehingga terlihat aneh.
GWS= singkatan dari bahasa Inggris ‘Get Well Soon’ yang artinya semoga lekas sembuh.
narsis= menunjukkan kelebihan diri dengan cara beraksi, bergaya, berfoto;yang menunjukkan kelebihan diri atau sisi baik yang dimilikinya.
iseng= bersikap jahil  atau bisa juga melakukan sesuatu tanpa ada kepentingan.
jeles= sebenernya bahasa Inggris yaitu Jealous, artinya cemburu.
nerfes= dari bahasa Inggris Nervous, artinya gugup.
ngeles= artinya mengalihkan topik pembicaraan karena ingin menghindari pembicaraan itu. atau bisa juga orang yang mencara-cari alasan ketika orang lain bertanya tentang dirinya.
manyun= sama dengan monyong.
jereng= istilah untuk kelainan fungsi mata yang mana  bola mata hitamnya bisa menyatu ke tengah mata.
comel= cerewet, suka berbicara tanpa henti, tapi ada juga yang mengartikan comel sama dengan unyu-unyu.
kamseupay= singkatan dari Kampungan Sekali Uh Payah. artinya adalah orang ini terkesan kampungan ,baik dalam gaya ataupun sifatnya.
kepo= pengen tau aja, udah jelas lah, anak kepo ini dalam hal apapun apalagi gosip pasti dia rasa ingin tahunya sangat besar, dan pengen cari tahu dan pengen tahu urusan orang lain.
woles= nyantai. contoh= woles aja dong bro! : nyantai aja dong bro!.
sotoy= artinya sok tahu. padahal dia tidak tahu.
songong= bersikap tidak baik/ tidak menghormati pada orang yang lebih tua atau orang yang dihormati.
sedeng= gila atau gak waras. ya u know laah... gila udah ga normal otaknya.
parno= keluaran dari kata 'paranoid' yang artinya rasa takut yang berlebihan, yang mana sebelum melakukan sesuatu dia sudah terbayang dan takut akan resikonya, padahal belum tentu terjadi.
rempong= ribet, atau suka sibuk sendiri. Orang yang karakternya suka panik dan heboh sendiri.
tengsin= gengsi.
galau= suatu keadaan hati yang sedang bersedih dan tidak menyenangkan karena memikirkan sesuatu.
tengil= anak yang tidak tahu malu.
oneng= o'on, blo'on, bodoh, bego.
ilfiil= singkatan dari Ilang Feeling, artinya hilangnya rasa kepada seseorang, baik itu hilangnya rasa kagum, hormat atau cinta.
sayko= sakit jiwa, tidak waras.
ngeyel= tidak bisa/ tidak mempan dinasihati orang lain, bersikap sesuai kehendaknya sendiri.
budek= sama dengan conge', sama dengan tuli/ tidak bisa mendengar.
melting= artinya 'meleleh' karena rasa kagum (dalam bahasa inggris) ada juga yang bilang singkatan dari melayang tinggi. (sama dengan berkhayal tentang sesuatu yang indah).
mupeng= iri, (melihat sesuatu yang membuat iri).
hoax= kabar bohong
ngondek= sinonim dari kemayu, bersikap seperti perempuan (banci lah istilahnya)
abal-abal =barang palsu
ajib= mantap, bagus, oke, enak.
anjir= wow, alamak
ambigu= kalimat yang mmepunyai dua penafsiran atau makna.
gan/ agan= sama dengan panggilan 'bro, sis' di internet.
baper= singkatan dari 'bawa perasaan'. Maksudnya tuh, apa-apa selalu dibawa perasaan. Misalnya ada cowok atau cewek yang lo suka, tiba-tiba dia say 'hello' ke loe, nah loe pikir dia naksir atau tertarik sama loe, padahal mah cuma nyapa biasa. Nah itulah baper.
peres= bo'ong/munafik.
PHP= singkatan dari 'Pemberi Harapan Palsu'. Namanya juga harapan palsu, ya di segi  apa aja, misalnya cowok sok2 deketin kita eh tiba-tiba kita ditinggal gitu aja, atau atau dia selama ini udah romantis banget ke kita tapi gak jjuga dipacarain, cuma dimaenin doang, bisa juga dia janji mau nikahin kita tapi nyatanya nggak. Pokoknya yang namanya orang PHP ini berhubungan dengan kata bohong dan selalu ngumbar harapan indah ke kita.

Jawaban Mengenai Hakikat Ilmu Dalam Filsafat

YAYASAN MA’ARIF SYAIKHONA MOH. CHOLIL
STAI SYAIKHONA MOH. CHOLIL
Prodi : 1. Pendidikan Bahasa Arab; 2. Ekonomi Syariah; 3. Hukum Pidana Islam

UJIAN AKHIR SEMESTER

Mata Kuliah: Filsafat Ilmu
Semester: II
Prodi: Ekonomi Syariah
Sifat: Teks Home
Kriteria: Jawaban Pertanyaan 1-2.

Sebelum menjawab pertanyaan, disini telah diberikan tambahan, bahwa filsafat ilmu merupakan kajian atau telaah secara mendalam terhadap hakikat ilmu. Oleh sebab itu filsafat ilmu ingin menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu tersebut yang telah digolongkan menjadi beberapa bagian, seperti:
Epistimologi (Cara Mendapatkan Pengetahuan)
Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu?
Bagaimana prosedurnya?
Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan dengan benar?
Apa yang disebut dengan kebenaran itu sendiri?
Apa kriterianya?
Sarana/cara/teknik apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu?
Tahapan Ontologi (hakikat Ilmu)
Objek yang telah ditelaah ilmu?
Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut?
Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir, merasa dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan?
Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu?
Bagaimana prosedurnya?

Kedua kategori pertanyaan tersebut merupakan landasan-landasan ilmu, yakni kelompok pertama merupakan landasan ontologi, kedua adalah epistemologi dan aksiologi. Berikut penjelasannya.
1.      Memang sifat dasar/ kriteria dari sebuah ilmu adalah sifat dimana seseorang tidak begitu saja percaya pada kebenaran ilmu tersebut. Tidak semua ilmu bisa dipercaya oleh manusia, hal itu sering dialami oleh orang awam sama sekali, atau orang yang sudah lama mengenyam ilmu sebelumnya, apalagi mereka yang sangat fanatik, memegang teguh terhadap sesuatu atau orang yang berfikir konservatif. [Q1]Sebenarnya ilmu itu tidak akan sampai pada level atau tingkatan ‘benar’, karena kebenaran itu sifatnya nisbi, begitupula ilmu, pencapaian kebenaran ilmu paling jauh mungkin hanya ‘mendekati kebenaran’, namun secara personal, ilmu bisa dianggap ‘benar’ jika sesorang sudah mengenal, percaya, mempelajari, membuktikan dan yakin akan ilmu tersebut. [Q2]Adapun proses dan faktor penilaian dalam menentukan kebenaran pada ilmu yang sesuai dengan kriteria diatas  bisa diperoleh dari tiga komponen, yaitu:
a.       Diri sendiri
b.      Keluarga, dan
c.       Lingkungan
Berikut prosesnya:
a)      Kalau ditinjau dari faktor diri sendiri (individu), kebenaran ilmu itu bisa diperoleh (atau) ilmu bisa dikatakan benar jika ada rasa tertarik pribadi dari awal untuk mempelajarinya dan ia juga akan mantap mengatakan ilmu itu ‘benar’ ketika ia sudah menguasainya dengan sempurna.
b)      Kedua dari faktor keluarga, yaitu kepercayaan pada ilmu yang sudah ditanamkan oleh kedua orang tua sejak kecil, dan penanaman ilmu di keluarga ini terbukti sangat mempengaruhi bukan hanya di segi lahirnya saja, tapi dari segi batinnya pun bisa terarah dengan sendirinya karena penanaman ilmu dari orang tua yang sangat intens, bersifat dini dan kontinu, mengingat pola pikir anak yang masih polos dan belum memikirkan hal apapun yang menyangkut ilmu.
c)      Ketiga, adakalanya karena faktor lingkungan sekitar, dimana sebagian besar atau seluruhnya mempercayai ilmu tersebut, dan (atau) salah satu yang mempercayai ilmu tersebut ternyata orang yang mereka percaya, sehingga mereka juga ikut tertarik, bisa dan cepat menyatu dengan alur ilmu tersebut dan akhirnya mereka menyebut dan yakin bahwa ilmu yang dipelajarinya itu “benar”. [Q3]Dan menurut kami, kriteria itu dianggap benar bila berdasarkan faktor-faktor tersebut.
(epistemologi: cara mendapatkan ilmu pengetahuan). [Q4]Dan yang dimaksud ‘benar’  adalah sesuatu yang sudah mencapai kesempurnaan, atau sesuatu yang bernilai positif di mata seseorang. [Q5]Adapun proses pencarian kebenaran sebuah ilmu dalam filsafat itu yaitu:
a.       Lebih dahulu memiliki basic teguh pendirian, mawas diri dan tidak mudah terdoktrin oleh spekulasi orang lain yang tidak sepemikiran, ini sebagai bekal awal untuk ke tahap selanjutnya.
b.      Interest dan kemauan untuk mengkaji dan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh dan kontinu.
c.       Pembuktian ilmu dengan cara observasi, eksperimen, uji coba dan yang sejenisnya, dan yang terakhir adalah timbulnya keyakinan pada ilmu yang telah dipelajari.

2.      Proses hakikat ilmu:
[QA]. (tahapan ontologi: hakikat ilmu) Objek yang ditelaah ilmu dalam filsafat adalah segala sesuatu yang bisa dirasakan oleh panca indera, yang ada di dalam ruang dan waktu.
[QB]. (tahapan ontologi: hakikat ilmu) Wujud hakikinya berupa sesuatu yang hidup dan sesuatu yang tak hidup. Sesuatu yang hidup yaitu manusia, hewan dan tumbuhan, seperti perempuan dan laki-laki, pohon-pohon dan berbagai macam hewan seperti sapi, kelinci dan lain sebagainya, sedangkan yang tak hidup berupa benda-benda yang mati, artinya sesuatu tidak memiliki sifat dan kriteria sama seperti sesuatu yang hidup berupa bernafas, bersuara, bergerak, tumbuh dan berkembang biak, contohnya seperti batu, kertas, dan lain sebagainya.
[QC]. (tahapan epistemologi: cara mendapatkan ilmu pengetahuan). Objek yang hakiki tadi sangat erat hubungannya dan memang seharusnya dapat dijangkau daya tangkap manusia, karena tanpa sesuatu yang bisa ditangkap panca indera, tentu manusia tidak bisa merasakan, memikirkan, mengembangkan dan membuktikan hasil objek tersebut supaya menjadi sebuah ilmu penengetahuan yang selanjutnya bisa diaplikasikan dan disebarluaskan dalam kehidupan.
[QD]. (tahapan epistemologi: cara mendapatkan ilmu pengetahuan). Dalam perspektif ilmuwan barat, untuk memperoleh ilmu terdapat tiga faham, yaitu: Empirisme (cara memperoleh ilmu melalui pengalaman dan penginderaan), Rasionalisme (cara memperoleh ilmu bersumber dari akal), Fenomenalisme (cara memperoleh ilmu melalui pengalaman yang dihubungkan dengan akal) dan Insionisme (cara memperoleh ilmu melalui institusi sebagai lawan dari pengetahuan yang nisbi yang meliputi sebagian saja yang diberikan oleh analis). Itu semua merupakan proses awal dari masing-masing faham yang pada akhirnya dibutuhkan pembuktian secara ilmiah.
[QE]. (tahapan epistemologi: cara mendapatkan ilmu penegtahuan). Prosedur yang memungkinkan ditimbanya sebuah ilmu (menurut kitab Ta’limul Muta’allim):
a.       Memiliki kecerdasan, walaupun tingkat kecerdasan sesorang berbeda-beda, ini sebagai bekal utama terserapnya ilmu dengan baik.
b.      Memiliki interest, semangat atau kemauan.
c.       Memiliki kesabaran. Karena dalam menuntut ilmu itu memakan waktu yang tidak sebentar, dan seseorang diharapkan mampu untuk menghilangkan rasa jenuh atau bosan dengan bersikap sabar dan berpikiran positif untuk menetralisir kebosanan.
d.      Memiliki budget atau biaya yang memadai.
e.       Perlu waktu, karena dari semua upaya seseorang dalam menimba ilmu agar mendapatkan wawasan luas dan mendapat kebenaran baginya tentu semua itu butuh waktu untuk mendapatkannya, terlebih lagi jika seseorang ingin mendapatkan hasil yang maksimal.

3.      Filsafat ilmu adalah cabang filsafat yang memebahas tentang keberadaan ilmu itu sendiri. Seiring berjalannya waktu, ilmu-ilmu tersebut mulai memisahkan diri dari filsafat karena faktor kemajuan dan perkembangan ilmu yang pesat. Filsafat seakan sudah tidak berguna lagi bagi ilmu, dan ilmu sudah terbukti dapat memecahkan berbagai masalah. Setiap jenis ilmu pasti terdapat filsafatnya, sehingga jumlah ‘varian’ fisafat ilmu itu sama banyaknya sesuai dengan jenis ilmu-ilmu yang ada. Ilmu-ilmu tersebut dapat digolongkan menjadi tiga bagian:
a.       Ilmu deduktif (ilmu-ilmu formal)
b.      Ilmu-ilmu induktif (ilmu-ilmu empiris)
c.       Ilmu-ilmu reduktif (sejarah, dsb. ).
Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal dua sistem ekonomi, yaitu:
a.       Ekonomi konvensional
b.      Ekonomi syariah
Ekonomi konvensional adalah sistem ekonomi yang kegiatannya berdasarkan kepada bunga, sedangkan ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang kegiatannya berdasarkan pada hukum islam (bagi hasil).

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa setiap bidang ilmu pasti ada filsafatnya, tak terkecuali dengan ekonomi syariah. Filsafat ilmu dan ekonomi syariah juga memiliki korelasi yang jelas, bahwa filsafat ilmu membahas tentang ekonomi syariah yang hakiki, mulai dari filosofinya, bagaimana kriteria ekonomi syariah, perbedaan ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional, dan sejarah muncul dan berkembangnya ekonomi syariah, sedangkan teori yang lebih mendalam tidak dibahas dalam filsafat ekonomi syariah.

Sabtu, 25 Mei 2013

How to Make Omurice ( cara membuat Omurice)

Omurice (Omu-Raisu =オムライス ) adalah salah satu jenis keluarga nasi goreng, tapi berasal dari negeri sakura sana (Jepang). Seperti yang saya bilang tadi, omurice adalah keluarga dari nasi goreng, jadi sama-sama berasal dari nasi putih dan digoreng dengan saus tomat dan bumbu-bumbu yang lain, hanya saja ada bumbu tambahan lain yang membuatnya 'berbeda' dengan nasi goreng yang kita kenal biasanya.
Ngomong-ngomong soal Omurice, saya tertarik menulis resep ini ya karena ada beberapa adegan di drama korea Rooftop Prince yang menayang kan makanan yang satu ini, dan kelihatannya enak, mudah dan menarik. OK tanpa curcol panjang nih saya kasih resepnya :P (resep di bawah ini untuk dua porsi)


Ingridients:
  1. dua buah tomat
  2. beberapa cabe (sesuai selera)
  3. ketumbar
  4. dua lembar daun jeruk
  5. satu siung bawang putih (10 butir bawang putih)
  6. dua butir bawang merah
  7. garam
  8. nasi putih
  9. saus tomat
  10. kecap manis
  11. dua buah telur ayam
  12. minyak goreng (tentunya)
How to Make:
  1. haluskan / ulek/ blender bahan-bahan no. 1-7.
  2. siapkan minyak panas, lalu tuangkan bumbu yang dihaluskan tadi atas ke wajan, goreng sampai tercium bau harum.
  3. setelah bumbunya harum, campurkan nasi putih ke bumbu tadi bersamaan, goreng sampai rata selama 1 menit.
  4. sambil tetap menggoreng, taungkan kecap dan saus tomat ke atasnya sedikit demi sedikit sampai warna nasinya menjadi cokelat keemasan. goreng terus sampai benar-benar tercampur semuanya. (kira-kira 2 menit)
  5. setelah berwarna cokelat keemasan, angkat wajan dan tuangkan nasi tadi ke baskom/ bakul.
  6. siapkan lagi minyak panas, kalau bisa gunakanlah teflon/ pan yang rata untuk menggoreng telur.
  7. kocok dua telur ke suatu wadah dan beri sedikit garam. (telur ini dijadikan dua bagian). telur dadar ini untuk membungkus nasi yang sudah digoreng.
  8. tuangkan telur di atas ke wajan, dan jangan lupa! lebarkan diameter telur dadar tersebut kira-kira diameternya 15 cm.
  9. Ini masih ada di teflon/ wajan. Setelah telurnya berwarna keemasan, tuangkan nasi tadi ke atas telur dadar, lalu lipat pinggiran telur dadar tersebut ke arah atas, sehingga nasinya bisa terbungkus oleh telur dadar. (terlihat seperti persegi panjang).
  10. ambil piring kosong, lalu telungkupkan piring tersebut di atas teflon/ wajan yang sudah ada Omurice.
  11. balik teflonnya/ wajannya, jadi sekarang piring itu posisinya ada di bawah teflon.
  12. jadi deh^^ (tuangkan saus tomat di atas omurice agar lebih menarik).


Selasa, 21 Mei 2013

MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAM-DINASTI FATHIMIYYAH


MAKALAH
DINASTI FATHIMIYYAH
Makalah Ini Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam

550658_154760864655889_1432290722_n (1).jpg

Dosen Pengampu: Drs. Wasmoro Said, M. PdI
Kelompok III:
Nadhifatul Qudsiyah
Nikmatul Mahmudah
Muyassaroh
Murdiyah


PRODI EKONOMI SYARIAH
Sekolah Tinggi Agama IslamSyaikhona Moh. Cholil
(STAIS) Bangkalan
2012-2013

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam Islam kita telah mengenal banyak dinasti pemerintahan, seperti dinasti Bani Umayyah, Bani Abbasiyah dan lain sebagainya. Adanya dinasti-dinasti tersebut merupakan revolusi ke tiga dari bentuk pemerintahan langsung oleh Rasulullah dan masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin.
Dinasti Fatimiyah adalah salah satu dari Dinasti Syiah dalam sejarah Islam. Dinasti ini didirikan di Tunisia pada tahun 909 M. sebagai tandingan bagi penguasa dunia muslim saat itu yang terpusat di Baghdad, yaitu bani Abbasiyah. Dinasti Fatimiyah didirikan oleh Sa’id ibn Husain, kemungkinan keturunan pendiri kedua sekte Islamiyah. Berakhirnya kekuasaan Daulah Abbasiyah di awal abad kesembilan ditandai dengan munculnya disintegrasi wilayah. Di berbagai daerah yang selama ini dikuasai, menyatakan melepaskan diri dari kekuasaan pemerintah di Baghdad dan membentuk daulah-daulah kecil yang berdiri sendiri (otonom). Di bagian timur Baghdad, muncul dinasti Tahiriyah, Saariyah, Samaniyah, Gasaniyah, Buwaihiyah, dan Bani Saljuk. Sementara ini di bagian barat, muncul dinasti Idrisiyah, Aglabiyah, Tuluniyah, Fatimiyah, Ikhsidiyah, dan Hamdaniyah.
Dinasti Fathimiyah adalah merupakan salah satu dinasti Islam yang pernah ada dan juga memiliki andil dalam memperkaya khazanah sejarah peradaban Islam. Sama halnya pengutusan Muhammad SAW sebagai Rasulullah telah menoreh sejarah Islam, yang pada awalnya hanya merupakan bangsa jahiliyah yang tidak mengenal kasih sayang dan saling menghormati.

B.     Rumusan Masalah
Dari Latar belakang di atas, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Kapan munculnya dinasti Fathimiyyah?
2.      Bagaimana sistem pemerintahan dinasti Fathimiyyah?
3.      Bagaimana kontribusi dinasti Fathimiyyah dalam peradaban Islam?
4.      Kapan runtuhnya dinasti Fathimiyyah?

C.    Tujuan
Dari rumusan masalah di atas, dapat ditariktujuan sebagai berikut:
1.      Mengetahui waktu kemunculan dari dinasti Fathimiyyah.
2.      Mengetahui sistem pemerintahan dinasti Fathimiyyah.
3.      Mengetahui kontribusi dinasti Fathimiyyah dalam peradaban Islam.
4.      Mengetahui kapan runtuhnya dinasti Fathimiyyah.















BAB II
PEMBAHASAN


A.    SEJARAH AWAL DINASTI FATHIMIYYAH
Dinasti Fathimiyyah merupakan penguasa negara yang besar berpusat di lembah Nil, Kairo. Kekhalifahan ini berkuasa selama lebih kurang 203 tahun yaitu sejak tahun 909 sampai tahun 1171 M. Cikal bakal dari keKhalifahan Fathimiyyah ini adalah Gerakan Bani Fathimiyyah yang berasal dari kelompok Syi’ah Ismailiyah, mereka mengasingkan diri ke kota Salamah guna menyelamatkan diri dari pengejaran Bani Abbasiyah di bawah pimpinan Khalifah Al-Ma'mun.
Kelompok ini tidak gegabah memperebutkan kursi keKhalifahan. Tetapi mereka terlebih dahulu merebut hati masyarakat dengan gerakan da'wahnya di berbagai daerah sehingga mereka benar-benar dapat menguasai situasi dan mengerti apa yang diinginkan rakyat. Ketidak puasan rakyat kepada Khalifah Abbasiah al-Muktafi merupakan angin segar bagi pemuka Fathimiyyah dalam merebut hati rakyat di Mesir, hingga akhirnya Mesir dapat di kuasai.


B.     PEMBENTUKAN KHALIFAH FATHIMIYYAH
Dinasti atau Khalifah Fathimiyyah ini mengaku sebagai keturunan Saydina Ali bin Abi Thalib dan Fathimah binti Rasulillah Muhammad SAW.Atas dasar inilah mereka menisbatkan diri dengan nama Fathimiyyah.
Khalifah pertama mereka adalah ‘Ubaydillah al-Mahdi di samping itu Khalifah Fathimiyyah ini mempunyai pemimpin lain yaitu Ali Ibn Fadhi al-Yamani, Abi Qasyim Khatam Ibn Husain Ibn Hausah al-Kufi, aI-Halawani dan Abu Sufyan. ‘Ubaydillah al-Mahdi; yang telah memulai aktivitas di tahun 909 M. dia datang dari Syuruah ke Afrika Utara, menyamar sebagai pedagang, lalu tertangkap oleh Amir Dinasti Aghlabi ziadallah III dibantu oleh gebernurnya al-Yasa, 'Ubaidillah dipenjarakan di Sijilmasah.[1]Kelompok yang dipimpin Abdullah Asy-syi'i ingin membebaskan 'Ubaydillah dari penjara Sijilmasah, melihat kelompok Asy-syi’i ini al-Yasa merasa takut lalu melarikan diri meninggalkan kediamannya. Dengan demikian Asy-syi'i dapat melepaskan 'Ubaydillah dan anaknya pada waktu itu pula Asy-Syi'i mengangkat ‘Ubaydillah menjadi Khalifah tepatnya di tahun 297/ 909 M.[2] Daulah Fathimiyyah ini berdiri di Afrika dengan ibu kotanya Raqadah di pinggiran kota Kairawan.
Dengan kejadian seperti ini dapatlah dikatakan bahwa 'Ubaydillah dan pendukungnya telah dapat merebut kekuasaan Bani Ahglab secara Defacto. Daerah pusat pemerintahan Ahglab ini dijadikan tempat pemusatan dakwah Syi'ah. 'Ubaydillah memulai aksi politiknya dengan menghilangkan nama Khalifah Bani Abbasiah yang selalu disebut dalam khutbah. Di kota Kairawan 'ubaydillah disambut oleh masyarakat, mereka membai'at dan menyatakan keta'atan terhadap 'Ubaydillah, namanya disebut di dalam khutbah dengan gelar "al-Mahdi Amir al- Mukminin", maka saat itu Daulah Fathimiyyah telah diakui dan resmi berdiri.
Obsesi yang tersirat dalam pendirian Bani Fathimiyyah yang terpenting adalah mencoba menguasai pusat dunia Islam; yaitu Mesir. Hal yang mendorong mereka untuk menguasai Mesir tersebut adalah faktor "Ekomomi" dan "Politik". Ditinjau dari faktor ekonomi Mesir yang terletak di daerah Bulan Sabit yang alamnya sangat subur dan menjajadi daerah lintas perdagangan yang strategis; perdagangan ke Hindia melalui laut Merah, ke Italia dan Laut Tengah Barat, ke kerajaan Bizantium.[3]
Dari segi faktor politik, Mesir terletak di wilayah yang strategis menurut peta politik, daerah ini dekat dengan Syam, Falestina dan Hijaz yang juga merupakan wilayah Mesir sejak Dinasti Tulun. Bila Fathimiyyah dapat menaklukkan Mesir berarti akan mudah baginya untuk menguasai Madinah sebagai pusat Islam masa lampau, serta kota Damaskus dan Bahgdad dua ibu kota ternama di zaman Bani Umayyah dan Bani Abbasiah. Dengan demikian maka nantinya Dinasti Fathimiyah ini akan cepat termasyhur dan di kenal Dunia.
Untuk mencapai hal yang telah dicanangkannya ini 'Ubaydillah al-Mahdi memerintahkan anaknya Qal-Qasim, melakukan ekspedisi ke Mesir, perjalanan ini dilakukan berturut -turut pada tahun 913, 919 dan 925 H, akan tetapi ekspedisi ini tidak berhasil. AI- Muiz, Khalifah keempat dari Dinasti Fathimiyyah melanjutkan rencana penaklukan yang dicita-citakan oleh Khalifah pertama Bani Fathimiyyah ('Ubaydillah al- Mahdi), dia memulai seterategi baru yakni merangkul kelompok Beber yang ingin melekukan pemberontakan terhadap Fathimiyyah, semua kelompok itu dapat ditundukkannya. Setelah itu orang Fathimiyyah mengadakan persiapan yang cermat, disamping itu mereka mengadakan propaganda politik di saat Mesir dilanda bencana kelaparan yang hebat. Jauhar menerobos Kairo lama (al-Fustat) tanpa mengalami kesulitan dia dapat menguasai negeri itu. Seorang pangeran Ikhsidiyah yang bernama Ahmad masih berkuasa pada waktu itu, tetapi rezim Ikhsidiah sudah tidak berfungsi lagi dan tidak memberikan perlawanan kepada tentera Jauhar.[4]Jauhar memasuki Mesir bersama 100.000 tentera.[5] Jauhar mulai membangun kota baru yang diberinya nama al-Qahirah berarti kemenangan di kota ini dia menempatkan bala tenteranya. Serangan ke Mesir ini dilakukan pada tahun 358 H atau 969 M.
Setelah al-Qahirah (Kairo) dibangun; pada tahun 973 M pusat pemerintahan Dinasti Fathimiyyah dipindahkan ke Kairo dan bertahan sampai tahun 1171 M.[6] Kota Kairo juga sebagai tempat kediaman para Khalifah Fathimiyyah. Maka pembentukan kekuasaan (Khilafah) Fathimiyyah ini, tercatat di masa pemerintahan al-Muizz. Persiapan awal yang dijalankan pertama sekali olehnya adalah:
1.      merangkul kelompok yang ingin memberontak
2.      mempersiapkan tentera untuk melakukan penyerangan
3.      membangun jalan raya menuju ke Mesir
4.      menggali sumur-sumur di pinggiran jalan raya menuju ke Mesir
5.      membangun rumah tempat peristirahatan (tentera)
mempersiapkan dana (keuangan guna perbekalan bagi pasukan Fathimiyah.[7] Sebagai Panglima yang dipercayakan memimpin tentera pada penaklukan Mesir itu, Jauhar menjalankan aksi politik Fathimiyah bagi penduduk Mesir yaitu dengan :
1.      memberikan keyakinan kepada penduduk tentang kebebasan mereka menjalankan ibadah menurut agama dan mazhab mereka masing-masing
2.      berjanji akan melaksanakan pembangunan di negeri itu dan akan menegakkan keadila
3.      mempertahankan Mesir dari serangan musuh.[8]
4.      menghapuskan nama-nama khalifah bani Abbasiah yang disebut-sebut dalam do’a ketika shalat jumat dan digantikan dengan nama Khalifah Fathimiyah.
5.      menata pemerintahan Penataan pemerintahan yang dilakukan Jauhar adalah menetapkan kedudukan Ja'afar ibn al-Fadl ibn al-Furat di Mesir, sebagai wazir di Mesir.
Pegawai dari golongan Sunni tetap pada posisi semula ditambah dengan seorang pegawai dari Syi'ah Mahgribi disetiap bagian. Masyarakat Mesir terdiri dari tiga golongan yakni Golongan Sunni, golongan Kristen Koptic dan golongan Syi'ah. Semuanya dibebaskan menjalankan ajaran agamanya masing- masing. Dari setiap mazhab yang ada diangkat seorang kadhi. Dengan demikian masyarakat Mesir yang beraliran Sunni itu tidak merasa khawatir dan tidak menentang pemerintahan yang beraliran Syi’ah IsmaiIiyah ini, rakyat menaruh simpati kepada pemerintahan Fathimiyyah, propaganda Syi'ah yang dijalankan oleh Jauhar ini berhasil.

C.    POLA PEMERINTAHAN
Pola pemerintahan yang dijalankan Fathimiyyah mengikuti pola pemerintahan bani Abbasiah di Bahgdad. Kepemimpinan dikonsentrasikan kepada Khalifah dan dibai'ah lewat seremoni yang megah.
Setelah memerintah selama 22 tahun, al-Mu'iz telah dapat memimpin Negara dengan baik, dapat dikatakan khilafah Fathimiyyah berdiri kokoh, sesudah beliau wafat kepemimpinan Dinasti Fathimiyyah berturut -turut dipimpin Khalifah, al-'Aziz (anak al- Mu'iz), al-Hakim (996M), al-azh-Zahir (1021 M), al-Mustansir (103 M), al-Musta'ali (1094 M , al-Amir (1101 M), al-Hafiz (1131M ), azh-Zhafir (1154 M), al- Fa'iz (1154 M), al-'Adhid (1171 M). Lamanya Dinasti Fathimiyyah berdiri 208 tahun.

D.    POLITIK DAULAH FATIMIAH
Pemahaman syiah pada masa Daulah Fatimiah sangatlah kental terlihat dalam kebijakan politik kenegaraannya, mereka menguatkan pendapat yang sesuia dengan mazhab syiah dan mendahulukan pengamalan agama dengan mengikut pendapat para imamnya dari pendapat para imam sunni, walaupun kebanyakan penduduk Mesir Saat itu bermazhab sunnah.
Ya'qub bin Kalas seorang wazir pada pemerintahan Fatimiah menyusun sebuah kitab fiqh yang disusun berdasarkan mazhab Syiah Isma'iliyah dengan arahan langsung khalifah Al Mu'iz Lidinillah yang berkuasa saat itu. Kitab ini dijadikan sebagai pedoman dalam memustuskan perkara di pengadilan dan fatwa lainnya. Sehingga siapa saja yang menjadi qadhi mesti berpodoman pada kitab ini.
Al Mu'iz Lidinillah memerintahkan bawahannya agar di buat rumah khusus disamping universitas Al Azhar untuk pelatihan dalam rangka memahami kitab tersebut. Wazirnya di perintahkan untuk mendatangkan para fuqaha' yang saat itu berjumlah 35 orang kemudian di beri fasilitas dan gaji yang mencukupi, bukan hanya itu para fuqaha' juga di sediakan tunjangan hari raya dan fasilitas di istana untuk tujuan mengajarkan kitab tersebut kepada masyarakat. Semua itu sebagai motivasi kepada para du'ah yang memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai kitab tersebut dan seluruh biaya tersebut di tanggung oleh khalifah. Sebab khalifah tau bahwa pemerintahannya akan bertahan lama jika ilmu tersebut disebarkan pada masyarakat.

E.     KEMAJUAN KHALIFAH FATHIMIYYAH DI MESIR
Sejak awal berdirinya daulat Fathimiyyah, para pemukanya telah mempunyai perencanaan untuk mencapai kejayaan. Kecemerlangan itu dicapai pada masa al- Aziz Khalifah Fathimiyyah ke-5. Bila diamati dari perjalanan sejarahnya, khalifah Fathimiyyah mempunyai beberapa keistimewaan di berbagai bidang, antara lain: pengaruh para Da’i yang sengaja disebarkan di daerah-daerah yang akan ditaklukkan, maka dengan demikian masyarakat dapat menerima mereka dengan damai. Kegigihan Khalifah yang dimotivasi doktrin-doktrin Syi’i serta kelengkapan militer dan finansial, merupakan sarana untuk kemajuan.

1.      Kemajuan di Bidang Politik
Khalifah Fathimiyyah mengadakan ekspansi ke Mesir yang dipimpim oleh ubaydillah al-Riahdi dengan mengadakan propaganda Syi'i di dukung oleh Da'I masyhur bernama Asy-Syi'i. Sebelum ke Mesir mereka telah dapat menaklukkan Dinasti Aghlabiyah di Ifriqiyah. Dinasti Idrisiyah di Fez, Dinasti Rustamiyah Khariji di  Tahart.[9] Pendudukan Sisilia kemudian melakukan operasi militer di Istambul. Fathimiyah mengumpulkan kekayaan di Ifriqiyah atau a1-Mahdiyah guna persiapan eksvansi ke Timur.[10] Oleh K. hitti dicatatkan bahwa pemerintahan Fathimiyyah ini meluaskan kekuasaannya membentang dari daerah Yaman, sampai ke Laut Atlantik, ke Asia Kecil dan ke Mosul.
Para Khalifah Fathimiyyah mendirikan kota sesuai dengan nama-nama mereka, misalnya, 'Ubaydillah al-Mahdi mendirikan kota al-Mahdiah di Tunisia. Khalifah al-Mansur mendirikan kota al-Mansuriah di tahun 948 M, dan pada masa al-Mu'iz, panglima perangnya Jauhar mendirikan al-Qahirah sebagai ibu kota pemerintahan. Khalifah al-Aziz mengadakan penataan administrasi pemerintahan Fathimiayah (mirip dengan gaya administrasi pemerintahan Baghdad), Kekhalifahan jatuh ketangan anak khalifah jika ayahnya wafat (Monarchi). Putra mahkota hanya satu orang saja.[11] Staf ahli penyusun Administrasi mereka adalah Ya'qub ibn Killis (seorang Yahudi yang memeluk agama Islam). Orang-orang Sunni diberikan jabatan dalam pemerintahan. Pelaksanaan pemerintahan dibantu oleh Wazir Tanfiz yang membawahi dewan, yang terdiri dari:
1)      Dewan Insya', bertanggung jawab pada pembangunan.
2)      Dewan Iradah al-Maliah, bertanggung jawab pada bagian keuangan negara.
3)      Dewan Iradah al-Mahalliyah, urusan pemerintahan Daerah. PEMDA di masa ini dipimpin oleh seorang Gubernur.
4)      Dewan al-Jihad, pada urusan pembangunan angkatan bersenjata.
5)      Dewan Rasail, pelayanan Pos.[12]
Bidang militer diatur sistem kemiliteran dengan tiga jabatan penting, yaitu:
1)      Para Amir, Pegawai Tinggi dan Para Pasukan Pengawal Khalifah, dilengkapi pedang yang terhunus.
2)      Para pegawai, pangawal ketua.
3)      Gelar Hafizhiyah (penjaga) atau Yunusiayah, diberikan kepada Resimen yang lainnya.
Jabatan tertinggi dalam pemerintah pada umumnya diberikan kepada orang Syi’ah. Para pegawai tersebut diberikan gaji yang memuaskan, diberi pakaian dan berbagai hadiah di hari-hari besar tertentu.[13]
2.      Kemajuan di Bidang Ekonomi
Kemajuan bidang ekonomi sangat nyata bagi rakyat Mesir di masa pemerintahan Fathimiyah, penghasilan utama mereka, dari bidang pertanian karena tanahnya sangat subur-subur, bidang perdagangan dan perindustrian. Mesir merupakan negara agraris yang amat subur maka perhatian pemerinta disektor ini besar sekali, irigasi dibangun untuk mengalirkan air dari sungai Nil kelahan-lahan pertanian, endapan lumpur dari sungai Nil ini menyuburkan tanaman mereka. Penghasilan meraka kurma, gandum, kapas, gula dari tebu, bawang, dan lainnya. Mereka juga mengusulkan kayu yang digunakan untuk membangun dermaga dan kapal-kapal laut atau kapal dagang.[14]
Perindustrian Mesir, menghasilkan tekstil, kain sutra, dan wol yang mereka eksport ke negara Eropah. Industri kerajinan Mesir menghasilkan karya yang bermutu seperti kiswah Ka’bah yang sulam dengan benang emas. Pembuatan Kristal dan keramik, mereka juga mendapatkan incam dari hasil tambang besi, baja, dan tembaga.
Khalifah al-Mu’iz memprakarsai berdirinya pabrik tekstil yang memproduksi pakaian para pegawai pemerintah.
Bidang perdangangan berkembang pesat dan mendapat dukungan dari pemerintah, tidak pernah ada hambatan dan kerusuhan dalam kehidupan mereka, maka para pedagang dari berbagai penjuru berdatangan ke daerah ini, jadilah Mesir sebagai sentral dagang. Pusat perdagangan itu kota Fustat, Kairo, Diniyat, dan Quas dan Iskandariah sebagai kota pelabuhan juga pusat perdagangan internasional. Ya’qub ibn Killis, membuat sistem pajak yang dijalankan Dinasti Fathimiyyah di zaman al-Mu’iz, hasil pajak diFustat satu hari mencapai 50.000 sampai 120.000 dirham.
Dari Dimyat, Asymun diperoleh hasil pajak lebih dari 220 dirham per hari. Pada masa Wazir al-Hasan ibn. ‘Ali al-Yazuri, hasil pajak yang diperolehnya ± 2.000.000 dinar per tahun. Dari Syam 1 juta dinar per tahun.[15] Dapat disimpulkan: Di bawah Fathimiyyah, Mesir dan Kairo mengalami kemakmuran ekonomi dan vitalitas kultural yang mengungguli Irak dan Bahgdad.

3.      Kemajuan di Bidang Ilmu Pengetahuan
Kecenderungan para Khalifah Fatimiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, terlihat sejak zaman al-Muiz, usaha untuk merealisasikan tujuan mereka dijalankan dengan cara melakukan propaganda yang pa dat keseluruh propinsi para da’i secara terstruktur dikepalai oleh seorang da’I Dakwah yang disamapikan bertujuan untuk menyampaikan doktrin agama dan mengimbau rakyat agar berpendidikan tinggi.[16]
Pendidikan tersebut diutamakan pada sains-sains Yunani, keterbukaan pada pemikiran filsafat Yunani membawa kepada pencapaian ilmiah yang tertinggi di Kairo di bawah pemerintahan Bani Fathimiyyah, meraka mengembangkan Risalat Ikhwanu s- Safa, sebuah karya dihasilkan di Basrah. Risalat ini merupakan sebuah ensiklopedia mengenai saint Yunani, yang bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana cara memperoleh kebahagiaan di dunia masa datang. Karya yanng dihasilkan masa Fathimiyyah itu lebih ilmiah dan lebih filsafati. Pada masa Khalifah al-Aziz (975 M), semangat intelektual dan pengembangan kualitas pemikiran orang Mesir, dapat mengungguli lawan-lawannya. Al-Aziz berusaha merubah fungsi Mesjid al-Azhar yang dibangun oleh Jauhar, menjadi sebuah Universitas yang pertama di Mesir, yang merupakan waqaf dari al-Azizi sendiri. Universitas ini direktrut mahasiswa dari seluruh negara Islam dengan fasilitas yang lengkap, asrama mahasiswa, makanan, dan beasiswa.[17] Di Universitas ini diajarkan berbagai cabang ilmu pengetahuan: fikih, sejarah,dan sastra. Sampai saat ini Universitas al-Azhar sangat terkanal dan lebih maju.
Pada masa Khalifah al-Hakim (996 M), didirikan dar al-Hikmah yaitu tahun1005 M, akademi ini dilengkapi dengan perpustakaan (Dar al-‘Ulum); di sini diajarkan ilmu pengetahuan agama dan sains seperti fisika, astronomi, kedokteran. Akademi ini didirikan untuk menandingi Universitas di Cordova, ia juga membangun observatorium, di Mesir di al-Muqatan dan Siria.
Di masa al-Mustansir dibangu perpustakaan negara yang memiliki 200.000 eksemplar buku; Fiqih, Sastra, fisika, kimia, dan kedokteran. Ibn Killis seorang pecinta ilmu mendirikan sebuah akademi dan menyediakan dana beribu dinar setiap bulannya untuk pengembangan ilmu.[18] Kegiatan ilmiah diadakan di Dar al-hikmah, dalam bentuk penelaahan, diskusi, mengarang dan menulis. Beberapa ilmuan yang aktif dimasa ini: Abu Hanifah al-Maghribi, ahli agama dan ulama Syi’ah Ismaili. Di bidang sejarah, Hasa Ibn ali bin Zulhag, Abu Hasan Ali al-Syabsyata, Ibn Hammad, Muhammad ibn Yusuf al-Kindidan Ibn Salamah al-Quda’i.
Di bidang filsafat al-Razi, al-Kindi, Abu Ya’qub, Jakfar ibn Mansur, tokoh ilmu kedokteran, Abu abd allah, tokoh matematika abu Ali Muhammad al-Haitami, tokoh ilmu kimia , fisika, dan optik, Ibn haisyam dan yang Mansyur di bidang ilmu bintang (astronomi), Ali bin Yunus dan Jiz bin Yunus.[19]
Ahli optik yang menulis buku tentang penyakit mata ke dalam bahasa Latin antara lain; Ibn Haitami dikenal juga dengan al-Hazan bukunya “Al-Manazir”, Amri Ali “al- Muntakhab fi ‘Ilaj al-“Aini”, Isa “Tazkirah”. Tokoh di bidang sastra, Abu al-Hamid ai-Anthaqi, Ibn Hani, Ibn Abi Jar, Abu hamid Ahmad dan Abdu al-Wahhab ibn Nashr. Arsitektur Fathimiyyah dipengaruhi gaya seni Persia tercermin dalam bangunanbangunan Mesjid al-Azhar, al- Hakim, al-Shalih lalu tergambar juga pengaruh Tulun, Afrika Utara, yaitu pada kuburan yang dibangun. Kubur Athiqah, al-ja’fari. Wazir Badr al Jamali membangun tembok kota Kairo dengan tiga buah pintu gerbang yang indah yang dinamainya dengan Bab Zuwayli, Ba, an-Nasr dan Bab al-Futuh. Dari segi seni sastra dan arsitektur Mesir belum bisa mengalahkan keindahan seni di Bahgdad.

4.      Bidang kebudayaan dan Keagamaan
Menjadikan mesjid sebagai tempat pendidikan agama walaupun yang dimaksud untuk mengembangkan ideology mereka. Ada sebuah mesjid yang yang kemudiannya menjadi universitas Al Azhar. Khalifah juga membiayai para fuqaha dan du'ah yang menyebarkan ilmu pengetahuan. Hai ini membuktikan bahwa khalifah mencintai ilmu dan suka pada kemajuan.

5.      Universitas Islam Al Azhar Kairo
Jami Al Azhar didirikan bersamaan dengan masuknya kekuasaan Fatimiyin di Kairo, tepatnya setelah beberapa bulan kekuatan fatimiyin memasuki Kairo, pembangunan jami Al Azhar memakan waktu kurang lebih dua tahun, yang kemudian dibuka secara resmi oleh Jauhar al Shaqali29 dengan shalat jumat pada tanggal 7 Ramadhan 361 H / 21 Juni 972 M. Sedang Al Muiz Lidinillah baru datang dari Maroko masuk Kairo setahun kemudian.
Jami Al Azhar mempunyai penghargaan tersendiri dari para khalifah fatimiyin, dibalik itu mereka ingin menjadikannya markas penyebaran faham syiah. Di sekitarnya dibangun rumah bagi mereka yang mengajar pada Al azhar, dari sinilah dimulainya pengajaran di jami Al Azhar.
Dalam blantika dunia keilmuan, Al Azhar merupakan universitas tertua, tidak hanya di dunia Islam, namun di seluruh dunia. Karena universitas-universitas di Amerika dan Eropa baru didirikan dua abad setelah berdirinya Al Azhar, seperti Universitas Paris didirikan pada abad ke-12 Masehi, Universitas Oxford di Inggris pada abad ke-13, demikian juga universitas-universitas Eropa lainnya. Universitas yang mengimbangi Al Azhar dari segi sejarahnya adalah Universitas Qarawain di Kota Fas Maroko, bahkan ada yang mengatakan bahwa Jami Al Qarawain adalah Universitas tertua di dunia, karena pengajarannya sudah bermula sejak didirikannya yaitu sejak tahun 245 H/ 859 M. dan sampai sekarang masih eksis.
Al Azhar merupakan Univesitas pertama yang para pengajarnya didanai oleh negara, serta posisi Mesir yang strategis di tengah dunia Islam, menjadikan Al Azhar tempat tujuan menimba ilmu agama dari para masyayikhnya, hanya saja besarnya kedudukan Al Azhar bukan karena tertua atau tidaknya, namun karena mutunya yang unggul.
Dalam kekuasaan daulah Fatimiah Jami Al Azhar mengalami beberapa kali renovasi, seperti pada masa al Hakim Biamrillah, al Mustanshir Billah, dan Al Hafidz Lidinillah. Terlihat hingga sekarang hasil renovasi yang dilakukan oleh Al Hafidz Lidinillah dengan peninggalannya qubah yang dihiasi dengan tulisan ayat-ayat Al Quran dengan khath kufi dan bermacam-macam hiasan yang indah.

F.     KERUNTUHAN DAULAH FATIMIAH
Pada tahun 558 H/1163 M, panglima Asasuddin Shirkuh membawa Shalahuddin Al-Ayyubi untuk menundukkan Daulat Fatimiyah di Mesir. Usahanya berhasil. Khalifah Daulat Fatimiyah terakhir Adhid Lidinillah dipaksa oleh Asasuddin Syirkuh untuk menandatangani perjanjian. Akan tetapi, Wazir besarnya Shawar merasa iri melihat kekuasan Syirkuh semakin besar. Dengan sembunyi-sembunyi Shawar pergi ke Baitul Maqdis, meminta bantuan pasukan Salib untuk menghalau Syirkuh dari Mesir.
Pasukan Salib yang dipimpin oleh Raja Almeric dari Jerussalem menerima permintaan tersebut. Maka terjadilah pertempuran antara pasukan Asasuddin Shirkuh dengan Raja Almeric yang berakhir dengan kekalahan Asasuddin Shirkuh.
Setelah menerima syarat damai dari kaum Salib, panglima Asasuddin Shirkuh dan Shalahuddin diperbolehkan pulang ke Damsyik. Kerjasama Wazir besar Shawar dengan orang kafir itu telah menimbulkan kemarahan raja Nuruddin Zanki dan para pemimpin Islam lainnya termasuk raja Baghdad. Lalu dipersiapkannya tentara besar yang tetap dipimpin oleh panglima Asasuddin Shirkuh dan Shalahuddin Al-Ayyubi untuk menghukum si pengkhianat Shawar.
Panglima Asasuddin Shirkuh dan Shalahuddin mulai maju ke ibu kota Kairo dan mendapat tentangan dari pasukan Wazir Shawar. Akan tetapi pasukan Shawar hanya dapat bertahan sebentar, dia sendiri melarikan diri dan bersembunyi. Suatu hari panglima Shalahuddin Al-Ayyubi berziarah ke makam orang shaleh di Mesir, ternyata Wazir Besar Shawar dijumpai bersembunyi di situ. Shalahuddin segera menangkap dan dibawanya ke istana untuk dihukum mati.

G.    SEBAB-SEBAB KEHANCURAN DAULAH FATHIMIYYAH
Banyak sekali sebab-sebab yang membawa hancurnya Daulah fatimiah di Mesir, seperti berikut:
1)      Penyerangan yang dilakukan oleh Salahuddin Al Ayubi.
2)      Munculnya ulama-ulama besar seperti Abu Ishaq Asy Syairazi, Ibnu Jauzi dan lain-lain dalam memberi peringatan tentang bahaya ideologi Syiah.
3)      Kembali Khilafah Abbasiah berpegang pada Al Qur'an dan Sunnah dimana sebelumnya yang berkuasa adalah Dinasti Buwaih berfaham Syiah (320 H – 447 H).
4)      Perlawanan masyarakat Mesir yang semakin meluas terhadap ajaran Syiah yang di bawa oleh Daulah Fathimiyyah.
5)      Khilafah Abbasiah al-Qadir billah Amirul Mukminin pada tahun 480 H meminta Fuaqaha' Mukatazilah bertaubat dan melarang mereka mempelajari hal-hal yang bertentangan dengan Islam, termasuk juga melarang masyarakat berideologi seperti Syiah serta menjauhkan diri dari perbuatan bid'ah.
6)      Penangkapan pengikut Syiah, Qaramithah dan di umumkan diatas mimbar tentang kesesatan pahaman tersebut.
7)      Seruan dan taktik yang di buat oleh khalifah semakin membuat bani Buwaih tertekan dan lemah, sehingga membuat kekuatan Syiah berada pada taraf yang sangat lemah.




PENUTUP


Dinasti Fathimiyyah merupakan penguasa negara yang besar berpusat di lembah Nil, Kairo. Kekhalifahan ini berkuasa selama lebih kurang 203 tahun yaitu sejak tahun 909 sampai tahun 1171 M. Cikal bakal dari keKhalifahan Fathimiyyah ini adalah Gerakan Bani Fathimiyyah yang berasal dari kelompok Syi’ah Ismailiyah, mereka mengasingkan diri ke kota Salamah guna menyelamatkan diri dari pengejaran Bani Abbasiyah di bawah pimpinan Khalifah Al-Ma'mun.
Pola pemerintahan yang dijalankan Fathimiyyah mengikuti pola pemerintahan bani Abbasiah di Bahgdad. Kepemimpinan dikonsentrasikan kepada Khalifah dan dibai'ah lewat seremoni yang megah. Berbagaikemajuan diraih pada masa dinastiFathimiyyah ini,mulai darikemajuan dalambidang ekonomi, ilmu pengetahuan, kebudayaan dan yang lainnya hingga dapat berdiri perguruan tinggipertama didunia yaitu Universitas Al-Azhar yang bermarkas di Kairo, Mesir sampai sekarang.
Runtuhnya dinasti ini berawal pada tahun 558 H/1163 M, yang mana panglima Asasuddin Shirkuh membawa Shalahuddin Al-Ayyubi untuk menundukkan Daulat Fatimiyah di Mesir. Usahanya berhasil. Khalifah Daulat Fatimiyah terakhir Adhid Lidinillah dipaksa oleh Asasuddin Syirkuh untuk menandatangani perjanjian. Akan tetapi, Wazir besarnya Shawar merasa iri melihat kekuasan Syirkuh semakin besar. Dengan sembunyi-sembunyi Shawar pergi ke Baitul Maqdis, meminta bantuan pasukan Salib untuk menghalau Syirkuh dari Mesir.






DAFTAR PUSTAKA


Hitti, K. Philip. 1970. History of the Arab. London: Macmillan Press.
Al- Din al Surur, Jamal Muhammad. 1979.  Al-Daulah al-Fathimiah fi Mishri, Dar al-fikri. Lebanon: Dar el-Kutb.
Watt Montgomory. W. 1990. Kerajaan Islam. Yogya: Tiara Wacana
Syalabi, Ahmad.1979. Mausu’at al-Tarikh al-Islami wa al-Mishriyah. Cairo: Dar ats-Tsaqafah
Surur Jamaluddin Muhammad. 1960. Misr fi ‘Asr ad-Daulah Fathimiyah. Cairo:
            Maktabah an-Nahdhah.
Hasan Ibrahim Hasan. 1958. Tarikh al-Daulah al-Fathimiyah Multazamah al-Nasr wa th-Tha. Mesir: tp.
Mahram abd Salam.1957. Tarikh ad- Daulah al-Fathimiyah Taba’ah Lajna at-Ta’lif. Cairo: tp.